Belum Ada Nama Calon Wawali yang Diusulkan ke DPRD Balikpapan

Balikpapan, Metrokaltim.com – Sampai dengan saat ini, belum ada nama dari partai pengusung yang mengusulkan secara resmi ke DPRD kota Balikpapan, sebagai wakil wali (wawali) kota Balikpapan pengganti almarhum Thohari Aziz.

Meski sudah ada beberapa nama calon pengganti yang disorongkan partai pengusung seperti PDI Perjuangan yakni Budiono, lalu dari Partai Gerindra kemungkinan besar mengusung Sabaruddin Panrecalle.

Menyikapi hal tersebut Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh mengatakan, bahwa dirinya masih menunggu usulan dari partai pengusung untuk menindaklanjuti kekosongan jabatan wawali kota.

“Kami berharap partai pengusung segera mengusulkan nama calonnya untuk diserahkan ke wali kota, nanti wali kota yang pilih dari sekian nama yang diusulkan harus ada dua nama yang dikirim ke DPRD Balikpapan untuk dipiih melalui sidang paripurna,” ucap Abdulloh saat diwawancarai awak media, Kamis (3/2/2022).

Ditambahkannya, semua partai pengusung berhak mengusulkan. Di mana nama yang diusulkan dari masing-masing parpol akan diseleksi. Untuk proses pemilihan wawali kota akan dilaksanakan di DPRD Balikpapan, yang mana 45 Anggota DPRD yang memiliki suara untuk memilih.

Setelah dua nama calon wawali kota masuk ke DPRD Balikpapan, maka akan dibuatkan Pansel untuk pemilihan satu nama dari dua calon yang diusulkan.

“Kalau Golkar sudah ada wali kotanya, jadi mengusulkan Wawali boleh, tidak mengusulkan juga tidak apa-apa,” jelasnya.

Lanjutnya, bahwa penyampaian yang diusulkan tidak bisa hanya secara lisan, tapi harus secara tertulis dan dilampirkan surat rekomendasi dari partai pengusungnya, tidak asal nama saja.

Sesuai surat arahan dari Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Nomor 132/8067/OTDA tanggal 9 Desember 2021, pengisian jabatan dilakukan melalui mekanisme pemilihan oleh DPRD Kota berdasarkan usulan dari Partai Politik atau gabungan Partai Politik pengusung.

Sekadar diketahui delapan partai politik pengusung Rahmad-Thohari di Pilkada 2020 lalu. Yakni, Partai Golkar (11 kursi), PDIP (8 kursi), Partai Gerindra (6 kursi), PKS (6 kursi). Kemudian, Partai Demokrat (4 kursi), PPP (3 kursi), PKB (1 kursi), dan Perindo (1 kursi). Dengan total 40 kursi.

(Mys/ Ries)

3

Leave a Reply

Your email address will not be published.