Dandim Balikpapan Terus Gerakkan Donor Plasma Konvalesen, Bantu Pasien Covid-19 yang Dirawat di Rumah Sakit

Balikpapan, Metrokaltim.com – Dalam acara peringatan HUT Kota Balikpapan ke 124, Pemerintah Kota Balikpapan memberikan penghargaan kepada Dandim 0905/Balikpapan Kolonel Arm I Gusti Agung Putu Sujarnawa sebagai penggerak pendonor plasma konvalesen di Kota Balikpapan.

“Pertama saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah kota atas penghargaan yang diberikan, tetapi sebenarnya itu bukan tujuan kami,” ucap Dandim 0905 I Gusti Putu Agung.

Tentu ini memang memberikan perhatian khusus untuk dapat menggerakkan penyintas covid-19, agar dapat menjadi pendonor darah konvalesen.

“Saya dari awal selalu berdiskusi dengan seluruh instansi terkait seperti rumah sakit dan lainnya, karena donor darah konvalesen ini sangat dibutuhkan pasien terpapar,” tegasnya.

Apalagi di Balikpapan angka terkonfirmasi positif masih sangat tinggi, selain itu juga tingkat hunian rumah sakit cukup meningkat. Ditambah plasma konvalesen saat ini juga kosong.

“Saya ingin terus menggerakkan untuk mengajak para penyintas covid-19, agar betul-betul mempunyai kesadaran untuk mendonorkan plasmanya,” imbuhnya.

Bahkan kegiatan ini sudah dua kali di selenggarakan. Berdasarkan evaluasi, ada dua kaki penyelenggaraan plasma konvaselen, ternyata donor plasma konvalesen yang dirawat di rumah sakit lebih bagus atau kuat, dibandingkan dengan pasien covid-19 yang berasal dari orang tanpa gejala (OTG) atau yang tidak dirawat dirumah sakit.

Bukan berarti penyintas yang berasal dari pasien yang tidak dirawat tidak berfungsi, tetapi berfungsi namun donor plasma lebih banyak menjadi donor biasa dibandingkan menjadi plasma.

Sementara ini beberapa kali masyarakat menanyakan tentang plasma konveselen, dan pada saat di konfirmasikan ke PMI dan RSKD ternyata kosong.

“Ini harus saya gerakkan supaya tidak kosong dan supaya ada kesiapan dari PMI dan RSKD,” terangnya.

Sejauh ini, Babinsa secara satu persatu telah mendekati keluarga yang pernah terkonfirmasi covid-19 agar tergugah untuk mendonorkan plasma, sehingga dapat membantu pasien yang membutuhkan,

“Saya akan merumuskan kembali dengan Babinsa, metodenya akan di ubah, apakah nanti akan buat group penyintas atau semacam posko, sehingga bisa digerakkan langsung ke PMI atau RSKD tidak harus lewat Kodim.

Ia akan cari data para penyintas. Mudah-mudahan mereka mempunyai kesadaran karena yang masih dirawat sangat membutuhkan plasma itu. Sebenarnya, penyintas Covid-19 itu adalah pahlawan bukan orang yang harus dikucilkan. Walaupun saat ini, orang yang pernah positif merasa malu untuk tampilkan dimuka umum.

“Jadi penyintas covid-19 muncul kesadaran, tidak harus di gerakkan untuk datang ke PMI atau RSKD agar dapat donor plasma. Permasalahan Covid-19 dapat diatasi dengan cara terus bersinergi, dan berkerjasama dengan seluruh elemen masyarakat,” harapnya.

(Mys/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *