Densus 88 Mabes Polri Tidak Hadir, Sidang Praperadilan di PN Balikpapan Ditunda

Balikpapan, Metrokaltim.com – Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan berencana menggelar sidang perdana praperadilan pada Senin (5/7), dengan terlapor Polda Kaltim dan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, dalam dugaan salah prosedur penangkapan terduga teroris SP warga Balikpapan yang diduga terlibat dalam jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD), yang melakukan aksi pengeboman Gereja Katederal Makassar gagal digelar.

“Hari ini agenda sidang sebenarnya adalah pembacaan gugatan kita ke Polda Kaltim dan Densus, tapi kita sangat menyayangkan ternyata panggilan pengadilan selama tiga minggu, sejak kita mengajukan gugatan tidak dipenuhi,” ungkap Tim Pengacara Muslim Balikpapan, Isman, saat di PN Balikpapan.

Isman mengatakan, dengan terjadinya penundaan sidang ini, pihaknya menganggap terjadi pengabaian yang seharusnya jika Densus obyektif melakukan penangkapan juga harus sudah siap memberikan klarifikasi dan penjelasannya, terkait dengan bukti-bukti yang dijadikan dasar penangkapan terhadap kilennya.

“Karena ketidak hadiran Densus 88 Anti Teror Mabes Polri, maka Majelis Hakim Pujiono,SH,MH membatalkan persidangan karena ada salah satu pihak yang tidak siap,” bebernya.

Dalam persidangan praperadialan, para pihak harus lengkap dihadirkan barulah sidang bisa dilaksanakan.

Ditanya terkait angkah selanjutnya yang akan diambil, pihaknya akan menunggu sidang selanjutnya yang akan dilaksanakan Senin 26 Juli 2021 mendatang di PN Balikpapan, sambil menunggu mempersipakan bukti dan saksi.

“Jadi tanggal 26 Juli, kita akan menyusun strategi ulang, bagaimana pembuktian dan saksi,” tegasnya.

Isman menyebut, persidangan hari ini sebenarnya pihaknya sudah siap, bagian dari strategi bagaimana menyiapkan pembuktiannya karena inti dari sidang praperadilan ada proses pembuktian.

Dalam kasus ini sambungnya, secara instituasi pihaknya hanya menggugat satu institusi yakni Kepolisian, namun memang dalam penindadakan atau penyelidikan yang melakukannya adalah Densus 88 Anti Teror Mabes Polri.

“Sehingga walaupun Polda Kaltim ada yang datang, namun Densus 88 Anti Teror Mabes Polri tidak datang, maka tetap saja dinyatakan tidak lengkap dan sidang ditunda,” tandasnya.

(riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *