Dewan Pertanyakan Konsisten Pemkot Dalam Menertibkan PKL Pasar Pandansari

Balikpapan, Metrokaltim.com – Pasca dilakukan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Pandansari, Balikpapan Barat (Balbar), seharusnya membuat para pedagang lebih legah, karena berharap semua pedagang berjualan dalam pasar, namun nyatanya setelah beberapa hari para PKL kembali berjualan di Fasilitas umum (Fasum).

Terkait dengan hal tersebut, perwakilan para pedagang melakukan koordinasi dengan Anggota DPRD kota Balikpapan Nurhadi Saputra untuk menyampaikan keluhannya serta meminta masukannya.

Nurhadi menjelaskan, beberapa pedagang resmi yang membayar retribusi juga menanyakan beberapa hal, salah satunya dengan bagaimana konsisten dari pemerintah kota Balikpapan untuk menyelesaikan masalah ini.

“Bahkan informasi yang kami terima, siang ini ada pertemuan antara PKL, Dinas Perdagangan (Disdag), UPT, Dinas Perhubungan dan Satpol PP untuk menyelesaikan masalah ini,” ucap Nurhadi Saputra saat ditemui di kantor DPRD Balikpapan, Selasa (13/7).

Bahkan usai penertipan, dirinya sempat bertemu Kepala Disdag Arzaedi yang menyampaikan kalau pihaknya akan membangun Pos Penertiban disana, tetapi sampai sekarang ia cek dilapangan tidak ada pos yang didirikan. Bagaimana ini bisa konsisten, karena namanya PKL harus selalu dijaga.

“Dan saya juga dapat laporan dari pedagang situ yang mengaku, bahwa ada yang membayar oknum satpol pp sebesar Rp 5 juta, tentu ini harus diselidiki kebenarannya,” kecewanya.

Lanjutnya, baru beberapa hari yang lalu Anies Baswedan memecat Dishub yang nongkrong saat PPKM Darurat. Bagaimana dengan wali kota Balikpapan ketika mengetahui ada oknum yang menerima suap, apa tindakan yang akan dilakukan. Untuk komisi II sendiri, pihaknya akan berkoordinasi dengan teman-teman komisi dan menunggu hasil pertemuan mereka, karena pihaknya hanya mengawasi kinerja saja, ketika kinerja itu sudah sesuai maka laksanakan, jangan hanya wacana.

“Bukan kami pilih kasih, tetapi kami lebih memilih pedagang dalam yang memberikan kontribusi pada pemerintah. Bahkan beliau mengeluh karena selalu dijaga, sedangkan jualannya tidak laku lantaran banyak warga lebih milih belanja diluar,” jelas anggota komisi II DPRD.

Pedagang juga minta kepada pemerintah untuk bisa memberikan keadilan, apalagi dia selalu membayar retribusi. Bagaimana dengan keadilan diluar, mereka tidak bayar tetapi lebih laku dan pedagang minta semua bisa berjualan di dalam serta minta mereka juga membayar retribusi.

(Mys/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *