Diguyur Hujar Mulai Subuh, Satu Rumah di Balikpapan Diterjang Longsor

Balikpapan, Metrokaltim.com – Curah hujan yang tinggi di Kota Balikpapan, sejak Kamis (19/8) subuh membuat disejumlah titik mengalami banjir. Bahkan akibat hujan deras tersebut longsor pun terjadi RT 02 Kelurahan Sepinggan Raya, Balikpapan Selatan.

Meski tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut namun akibat itu pemilik rumah mengalami kerugian materil. Di mana satu rumah warga semi permanen milik Sabariah (37) porak poranda lantaran diterjang tanah yang bergerak.

Dinding rumah jebol dihajar tanah yang masuk ke dalam ruang tamu. “Dinding jebol tanah udah masuk dalam rumah. Orangnya sudah mengungsi,” ucap warga sekitar.

Di lokasi kejadian warga sekitar lokasi membantu melakukan evakuasi barang berharga. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan juga sudah di lokasi kejadian untuk membantu evakuasi serta penanganan lebih lanjut.

Kondisi rumah korban longsor yang porak poranda.

Salah satu penghuni rumah bernama Bizalmin (30) yang juga menempati rumah tersebut menceritakan saat kejadian ia sedang bersantai bersama istri dan kedua orang anaknya. Namun seketika suara retakan tembok membuatnya tak tenang.

“Itu sekitar jam 9 (pagi), ya sudah saya suruh anak dan istri untuk keluar,” ucapnya saat ditemui di lokasi kejadian.

Tak lama kemudian, rumah Bizalmin pun ambruk setelah tertimpa tanah longsor.

Di tempat yang sama, Camat Balikpapan Selatan Heru Ressandy bersama Kapolsek Balikpapan Selatan AKP Agung Nursapto langsung meninjau lokasi kejadian. Mereka juga memberikan bantuan paket kebutuhan bahan pokok.

Dikatakan Heru bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Lurah Sepinggan Raya untuk melakukan pendataan dan mengusulkan bantuan.

“Penanganan sementara diupayakan dari Kelurahan untuk bisa mengusulkan tempat penampungan sementara walaupun ada keluarganya kami upayakan untuk memberikan bantuan tempat tinggal,” ungkap Heru disela monitoring di lokasi kejadian.

Terkait dengan biaya perbaikan dia juga meminta bantuan kepada masyarakat sekitar untuk bersama-sama membantu untuk gotong royong perbaikan rumah.

“Kami mengharap donasi yang bisa meringankan untuk perbaikan renovasi kepada masyarakat. Di rumah ini total ada 5 jiwa ada anak-anak juga umur 9 dan 7 tahun,” ujarnya.

Terkait kejadian tanah longsor, Heru meminta kepada masyarakat agar tidak membangun rumah di kawasan tebing. “Masyarakat khususnya di Sepinggan Raya apabila membangun rumah tidak langsung berdampingan dengan tebing paling tidak dengan cara memberikan space sehingga membuat tempat tinggal layak dan aman diperhatikan saluran airnya dibuat baik dan layak sehingga mencegah erosi,” tandasnya.

(riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *