Empat dari Lima Perampok Lintas Negara “Didor” Jatanras Polda Kaltim, Melawan saat Ditangkap di Batam

Balikpapan, Metrokaltim.com – Setelah berhasil diringkus tim Jatanras Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Kaltim, lima pelaku rampok yang ditangkap di Balikpapan dan Batam ini rupanya bukan pemain baru dalam aksi kejahatan. Tak hanya beraksi di sejumlah kota di Indonesia, komplotan perampok sadis ini rupanya juga beberapa melakukan aksinya di negara tetangga Malaysia.

Ini terungkap saat konferensi pers di Mako Polda Kaltim, pada Jumat (20/8) pagi, yang dipimpin langsung Waka Polda Kaltim Brigjen Pol Hariyanto, didampingi Dirkrimum Polda Kaltim Kombes Pol Subandi, dan Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yusuf Sutejo.

Kepada awak media, Hariyanto membeberkan identitas lima tersangka rampok sadis beserta peran mereka masing-masing yakni, SD merupakan otak pelaku yang berperan sebagai survei lokasi dan menentukan sasaran rumah yang akan di rampok.

“SD ini yang mengantar jemput dan menyediakan akomodasi seperti mobil yang juga kami amankan, digunakan mereka saat beraksi,” ujar jendral bintang satu ini.

Barang bukti jam bermerk yang dicuri oleh pelaku saat melakukan perampokan di Balikpapan.

Pelaku lainnya berinisial ASD, JI, IS mereka bertugas merusak pintu rumah dan pintu kamar korban, menyekap korban dan menguras harta korban yang bernilai rupiah. Sementara ASA bertugas untuk mengawasi situasi dari dalam rumah korban. Ke semua pelaku merupakan komplotan perampok asal Nusa Tenggara Barat (NTB).

Dalam melakukan aksinya, mereka terlebih dulu mengincar target sasaran rumah yang akan di rampok. Kemudian setelah ditentukan, mereka pun mulai beraksi antara pukul 01.00 Wita hingga pukul 02.00 Wita.

Di wilayah Balikpapan sendiri ada dua rumah yang disatroni komplotan ini dalam waktu dua hari. Yang pertama pada Kamis (29/7) perumahan Regency yang dihuni Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok berinisial ZL dan ZZ, di sana pelaku menyekap korban dengan mengikat tangan dan mulut korban. Di sana pelaku berhasil menggondol sejumlah barang berharga berupa perhiasan emas, jam tangan bermerek dan uang tunai Rp 5 juta.

Sementara itu di lokasi kedua di Perumahan Balikpapan Baru pelaku beraksi pada Sabtu (31/8) sekira pukul 01.20 Wita. Di sana korban berinisial SN disekap dan diikat oleh pelaku. Barang berharga seperti jam tangan bermerek, perhiasan emas, kamera dan uang tunai Rp 7 juta berhasil digondol komplotan ini. Saat beraksi para pelaku selalu menggunakan topeng dan sarung tangan agar tidak dikenali oleh para korbannya.

Barang bukti gunting besi yang digunakan saat beraksi.

“Berdasarkan laporan tersebut anggota kami melakukan penyelidikan dan diperoleh petunjuk terhadap satu tersangka berinisial SD ini berhasil kita tangkap di Balikpapan,” ungkap Hariyanto.

SD sendiri diringkus Tim Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Kaltim pada Selasa (10/8) saat bersembunyi di perumahan Regency.

Dari nyanyian SD kemudian keluarlah empat nama lainnya yakni ASD, JI, IS dan ASA, yang saat itu telah kabur ke Batam, Kepulauan Riau. Setelah melakukan pengejaran selama seminggu akhirnya di hari kemerdekaan RI atau tepat 17 Agustus 2021 keempat pelaku berhasil diringkus oleh Tim Jatanras Polda Kaltim dengan dibantu oleh kepolisian di Batam, di Pulau Buluh, Kecamatan Bulang, Kota Batam. Bahkan, polisi harus mengambil tindakan tegas dengan melumpuhkan keempat pelaku lantaran mencoba melawan petugas saat hendak diamankan.

“Pelaku yang ditangkap di Batam ini melakukan perlawanan saat hendak ditangkap dan diminta menunjukkan barang buktinya, oleh sebab itu diberikan tindakan tegas dan terukur,” tegas Hari

Dari hasil pemeriksaan, rupanya kelima komplotan perampok sadis ini merupakan buronan Polisi Diraja Malaysia. Karena aksinya melakukan perampokan di tiga lokasi yaitu di Johor Baru dan dua TKP di Kuala Lumpur. Aksi itu dilakukan pada tahun 2014 dan 2018.

Dalam melakukan aksinya di Malaysia, pelaku berpura-pura bekerja sebagai buruh di perkebunan kelapa sawit. Di sana lah mereka merencanakan dan langsung beraksi.

“Di sana sama yang diincar barang berharga dan uang tunai,” pungkasnya.

(riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *