Ditresnarkoba Polda Kaltim Dalami Kasus Narkoba Internasional, Sopir Pribadi Kepala Dinas Jadi Sorotan
FOTO: Direktur Reserses narkoba polda kalytim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu/doc.
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalimantan Timur masih mendalami kasus dugaan peredaran narkotika jaringan internasional yang melibatkan seorang sopir pribadi Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kota Balikpapan.
Kasus tersebut mencuat setelah polisi menemukan narkotika di dalam mobil dinas milik Pemerintah Kota Balikpapan yang digunakan oleh WS, sopir pribadi kepala dinas. Saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengungkap asal-usul barang terlarang tersebut serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Direktur Resnarkoba Polda Kaltim Komisaris Besar Polisi Romylus Tamtelahitu mengatakan, penyidik belum berhenti pada penemuan narkotika di dalam kendaraan dinas. Pemeriksaan terus dilakukan untuk mengetahui jaringan dan peran masing-masing pihak dalam perkara tersebut.
“Penyidik masih terus mendalami temuan narkotika di dalam mobil dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kota Balikpapan yang melibatkan WS sebagai sopir pribadi kepala dinas,” kata Romylus.
Menurut dia, penyidik juga mendalami dugaan bahwa WS telah lama menjalankan aktivitas tersebut dengan menjual atau mengedarkan narkotika kepada rekan-rekannya. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian melalui proses penyidikan.
“Masih kami dalami, termasuk kemungkinan adanya jaringan atau pihak lain yang terlibat. Semua akan kami ungkap berdasarkan hasil pemeriksaan dan alat bukti yang ditemukan,” ujarnya.
Romylus menambahkan, pengungkapan kasus ini menjadi perhatian penting bagi lingkungan Pemerintah Kota Balikpapan. Pemerintah daerah dinilai perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyalahgunaan narkotika, termasuk di lingkungan aparatur dan fasilitas pemerintahan.
Ditresnarkoba Polda Kaltim juga terus melakukan langkah pencegahan agar peredaran narkotika tidak merambah ke lingkungan pemerintahan. Upaya tersebut dilakukan melalui pengawasan, penindakan, serta koordinasi dengan berbagai pihak.
Polda Kaltim memastikan proses penyidikan kasus tersebut masih berjalan. Polisi juga akan menelusuri kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas, termasuk sumber barang dan pihak-pihak yang diduga berkaitan dengan peredaran narkotika tersebut.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
38
