DPRD Balikpapan Menyetujui Penyempurnaan Hasil Evaluasi Gubernur

Balikpapan, Metrokaltim.com – DPRD Kota Balikpapan gelar Rapat Paripurna dengan agenda, Penetapan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun 2021, setelah hasil evaluasi Gubernur Kaltim, Kamis (21/10).

Dalam rapat, Wakil Ketua DPRD Budiono mengatakan, bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan taat aturan dan disiplin waktu. Serta taat mekanisme penyusunan anggaran sejak penetapan waktu dalam pengesahan KUPA PPAS hingga Paripurna Pendapat Akhir dan Persetujuan atas Raperda Perubahan APBD 2021.

Raperda yang disetujui bersama telah dievaluasi Gubernur, sesuai keputusan Gubernur Kaltim nomor 188.34/5617/2375-III-BKPAD yang dikeluarkan 13 Oktober 2021. Dalam evaluasi, ada beberapa catatan yang menjadi perhatian Pemkot dan DPRD Balikpapan.

“Catatan ini telah ditindaklanjuti, serta tercantum sebagai tanggapan hasil evaluasi gubernur dan ditandatangani bersama kedua belah pihak,” ucap Budiono dalam rapat, Kamis (21/10) pagi.

Rapat Paripurna yang digelar DPRD Kota Balikpapan.

Lanjutnya, DPRD Balikpapan telah menyetujui atas penyempurnaan hasil evaluasi Gubernur yang ditandatangani bersama. Sehingga pemkot dapat segera mengesahkan Raperda menjadi Perda Perubahan Anggaran dan Belanja Daerah Tahun 2021. Dilanjutkan pembacaan rancangan keputusan DPRD Balikpapan tentang persetujuan terhadap penyempurnaan Perda tentang Perubahan APBD Balikpapan Tahun Anggaran 2021.

Ditetapkan pendapatan daerah semula Rp 2.179.152.180.000 berkurang Rp 42.997.852.524. Jumlah pendapatan setelah perubahan, Rp 2.222.150.032.524. Sedangkan untuk belanja daerah dari semula Rp2.283.785.370.623 bertambah Rp 542.651.645.896. Jumlah belanja setelah perubahan Rp 2.826.437.016.519.

Efisiensi setelah perubahan, Rp 604.286.983.995. Untuk pembiayaan daerah, semula Rp 113.133.190.623 bertambah Rp 522.595.050.785. sehingga jumlah penerimaan pembiayaan setelah perubahan Rp 635.728.241.408.

Pengeluaran pembiayaan daerah, semula Rp 8.500.000.000 bertambah Rp 22.941.257.413. Sehingga jumlah pengeluaran pembiayaan setelah perubahan Rp 31.441.257.413. Jumlah pembiayaan netto setelah perubahan Rp 604.286.983.995. Sehingga sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) perubahan nihil.

“Setelah disepakati, maka penetapan atas Perda Perubahan APBD 2021 dilaksanakan. Dan dilanjutkan oleh sambutan Wali Kota Rahmad Mas’ud diwakili Sekda Sayid MN Fadly,” jelasnya.

Sayid Fadly menambahkan, pihaknya telah melaksanakan proses pembahasan sampai evaluasi Gubernur Kaltim. Dan hasil penyempurnaan terhadap evaluasi, selanjutnya dituangkan dalam SK Ketua DPRD Balikpapan sebagai dasar ditetapkannya sebagai Perda Perubahan APBD 2021. Sementara untuk pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp 2,2 triliun, belanja daerah ditetapkan sebesar Rp 2,8 triliun.

“Dengan ditetapkannya Raperda, Pemkot akan menetapkan Perwali penjabaran perubahan APBD 2021. Karena itu dasar bagi seluruh perangkat daerah untuk menyusun DPPA sebagai dasar pelaksanaan anggaran yang ditetapkan,” tutupnya.

(Mys/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *