DPRD Samarinda Berharap Pemerintah Terlibat Dalam Menaggulangi Prostitusi Online Yang Marak Terjadi

Samarinda , Metrokaltim.com-Kasus prostitusi online belakangan ini marak terjadi di kota Samarinda. Bahkan Polresta Samarinda telah mengungkap sejumlah kasus prostitusi online, parahnya sejumlah pelaku merupakan anak dibawah umur

Melihat kondisi ini, Sekretaris Komisi 1 DPRD Samarinda Suparno. Mendesak kepada pihak terkait terutama Dinas Kominfo Samarinda  untuk turut aktif dalam  menskrining aplikasi yang terlibat dalam praktek prostitusi online.

“saya apresiasi kepolisian telah mengungkap sejumlah kasus kasus prostitusi online, namun butuh kerjasama antara pemerintah kota Samarinda terutama dinas kominfo untuk menjaring aplikasi yang terlibat dalam praktik prostitusi online” Kata Jasno (Selasa 23/11/2021)

Keterlibatan pemerintah dalam melakukan pencegahan dan monitoring sangat diperlukan, pasalnya prostitusi online ini banyak menimbulkan kekhawatiran bagi sejumlah pihak terutama anak-anak.

Menurut Suparno, perkembangan dunia digital sangat mempengaruhi mental manusia terutama kalangan anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah. Keingintahuan anak-anak terkait perkembangan digital sangat tinggi bahkan semua situs yang dilarang bisa mereka akses.

“Diskominfo harusnya tanggap tentang situs yang bernuansa negatif apalagi nuansanya bersifat asusila dan pornografi, segera di blokir, kasihan anak anak pastei rpengaruh” ucapnya

Di sisi lain lanjut Suparno, kebutuhan ekonomi jadi pengaruh besar. Keuntungan menjalani pekerjaan in-moral ini dianggap efektif dilakukan untuk bertahan hidup. Bahkan praktek ini para pelaku terang terangan mempromosikan dirinya di media sosial.

“Kita susah membendung praktek prostitusi online  karena jadi pekerjaan dan bahkan sudah terang terangan promosinya” ungkapnya

Untuk itu, peran seluruh pihak harus berperan aktif, baik penegak hukum, pemerintah dan masyarakat agar kasus prostitusi online dapat diatasi dan tidak meraja lela.

“Pada intinya semau pihak harus terlibat aktif terkait kasus ini” tegasnya

Perlu diketahui sejak 2 Pekan kepolisian Samarinda telah menjaring 21 pelaku praktek  prostitusi online bahkan 1 wanita PSK jadi korban pembunuhan.

(ADV)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *