Gas LPG 3 Kilogram Datang, Warga Sebatik Hijrah

FOTO: Gas LPG 3 Kilogram dipindahakn dari kapal meunju truk untuk di distribusikan ke pangkalan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat ( Ries ).

SEBATIK, Metrokaltim.com – Pulau Sebatik merupakan pulau terluar di Indonesia yang berada di posisi garis lintang 4° 10′ Lintang Utara (LU) yang yang juga menjadi garis perbatasan yang membagi Pulau Sebatik menjadi dua, Sebatik bagian Utara masuk wilayah Sabah (Malaysia) dan masuk kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Geliat perekonomian di Pulau Sebatik terus tumbuh, denyut perekonomian  sangat kuat. Ada beberapa penggerak sektor ekonomi, pertanian dan perkebunan sawit, nelayan dan budidaya rumput laut, perdagangan lintas batas dan penguatan mata uang nasional.

Bersaingnya LPG Indonesia dan Malaysia menjadi salah satu bahasan yang manarik. Dimana sebelumnya gas LPG milik Malaysia yang merajai Kawasan sebatik, membuat warga Indonesia yang tinggal di perbatasan merasa asing LPG 3 Kilogram milik Indonesia.

Naiknya harga mata uang Ringgit Malaysia membuat harga LPG Malaysia ikut naik. Kondisi ini menjadi pemicu warga Indonesia Hijrah. Pada moment tersebut PT Pertamina Patra Niaga melakukan pengiriman Gas LPG 3 Kilogram secara besar-besaran untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Pulau Sebatik.

Nurbaya saat ditemui sedang membeli gas LPG 3 kilogram, dirinya mengatakan, sejak hadirnya Gas LPG 3 Kilogram  ke Sebatik, dirinya  merasa tertolong, dengan harga yang murah serta mudah didapat, hingga membuat warga tidak lagi berpaling ke produk gas milik Malaysia.

Pengiriman gas LPG 3 kilogram ini tidaklah mudah, berbagai perjuangan dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga pulau Sebatik.

Seftyan Reza Pangestu, SBM Kaltimut VIII Gas menjelaskan, persaingan antar gas LPG 3 kilogram dengan LPG milik Malaysia tidak bisa dipungkiri. Namun pihak pertamina Patra Niaga meyakinkan warga negara Indonesia yang berada di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) tetap memilih produk dalam negeri dalam hal Gas LPG.

“Ini yang menjadi salah satu tantangan kami dalam mendistribusikan produk Nasional. Jadi dari Pertamina kami tetap berkomitmen untuk memastikan ketersediaan produk-produk nasional, baik itu BBM maupun LPG dari Pertamina,” ungkap Reza.

Hadirnya LPG 3 Kilogram warga Sebatik tidak lagi menggunakan LPG milik Malaysia

Dengan melakukan pengisian di Tarakan, kemudian diangkut melalui kapal hingga ke wilayah Sebatik, itu menjadi gol bagi Pertamina Patra Niaga agar masyarakat di Sebatik sebagai masyarakat Indonesia, juga berhak mendapatkan akses energi dan merasakan kedaulatan energi hingga ke ujung negara.

“Kita harus memenuhi kebutuhan energi untuk masyarakat Sebatik, khususnya LPG dengan menjaga ketersediaan yang mencukupi dan memastikan kelancaran tetap terjaga, sehigga produk-produk bisa dinikmati hingga ujung Negeri,” jelasnya.

Sementara itu pemilik toko pangkalan gas LPG 3 Kilogram Muhammad Khaidir mengatakan, sejak adanya gas LPG 3 Kilogram masyarakat di pulau Sebatik sangat terbantu, semua masyarakat sudah berhijrah menggunakan gas LPG milik Pertamina.

Untuk ketersedian stok sangat diperhatikan, hal ini juga yang membuat masyarakat Sebatik semakin yakin kehadiran pemerintah melalui Pertamina sangat dirasakan. Sehingga kebutuhan masyarakat semakin terpenuhi.

“Selama ini tidak pernah kehabisan stok, dan dua minggu atau satu minggu sekali pasti akan pengantaran ke Sebatik,” pungkas Khaidir. 

Penulis: Ries

Editor: Alfa

75

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *