Hampir 200 Polisi di Kaltim Melakukan Pelanggaran, Kapolda: 22 Personel Diberhentikan Tidak Hormat

Balikpapan, Metrokaltim.com – Jumlah personel Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Polda Kaltim) yang melakukan pelanggaran mengalami peningkatan tahun ini. Hal tersebut diketahui dalam konferensi pers akhir tahun Polda Kaltim yang digelar pada Selasa (29/12) kemarin.

Berdasarkan catatan akhir tahun Polda Kaltim, terdapat 198 personel yang melakukan pelanggaran, baik pelanggaran kode etik, pidana, maupun disiplin, sepanjang 2020. Pelanggran-pelanggaran tersebut dilakukan oleh perwira, bintara, tamtama, hingga pegawai negeri sipil (PNS) yang bertugas di kepolisian.

Rincinya, dari 198 personel itu, pelanggaran kode etik dilakukan oleh dua perwira, 19 bintara, dan satu personel berpangkat tamtama. Sedangkan pelanggaran pidanan dilakukan oleh satu perwira, lima bintara, dan satu orang PNS. Sementara pelanggaran disiplin dilakukan oleh 16 perwira, 151 bintara, dan dua orang PNS.

Jumlah tersebut naik jika dibandingkan dengan pelanggaran yang sama pada tahun sebelumnya. Pada 2019, hanya ada 163 personel yang melakukan pelanggaran kode etik, pidana, dan disiplin. Pelanggaran kode etik di 2019 dilakukan oleh satu perwira dan 21 bintara.

Sementara pelanggaran pidanan dilakukan oleh satu perwira dan tujuh bintara. Sedangkan pelanggaran disiplin dilakukan oleh 13 perwira dan 120 bintara. Sayangnya, dalam catatan akhir tahun tersebut tak dijelaskan secara detail jenis-jenis pelanggaran apa yang dilakukan.

Kepala Polda Kaltim, Inspektur Jenderal Polisi Herry Rudolf Nahak, membenarkan soal peningkatan pelanggaran ini. “Ya, tahun ini naik 27 persen dibanding 2019 lalu,” kata Herry saat memimpin jalannya konferensi pers akhir tahun di Gedung Mahakam Markas Polda Kaltim.

Herry menyebut, para personel yang melakukan pelanggaran pada tahun ini telah diberikan tindakan tegas. Tindakan tersebut berupa teguran lisan, teguran tertulis hingga pemberhentian tidak hormat. “Ada 22 personel yang diberhentikan tidak hormat,” beber jenderal bintang dua itu.

Selain memberikan tindakan tegas, Polda Kaltim juga memberikan penghargaan kepada personel yang berprestasi. Hal ini dilakukan untuk sebagai bentuk kepolisian dalam menciptakan SDM yang unggul. Herry pun memastikan, tindakan tegas dan pemberian penghargaan ini masih akan terus berlanjut.

“Bagi anggota yang melaksanakan tugas secara baik dan berprestasi, tentu kamu berikan penghargaan. Tapi kami juga tidak segan-segan memberikan tidakan tegas bagi yang melakukan pelanggaran,” pungkasnya.

(sur/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *