Haris Tak Sepakat Pajak THM Diturunkan, Dianggap Tak Berdampak Pada Pengusaha

Balikpapan, Metrokaltim.com – Beberapa waktu lalu Bapemperda DPRD Kota Balikpapan melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pengusaha tempat hiburan malam (THM) dan perhotelan di kota Balikpapan.

Dalam RDP itu pengusaha THM minta kepada DPRD untuk menurunkan pajaknya dari 60 persen menjadi 10 persen, seperti pajak perhotelan. Hanya saja saat itu pihak DPRD tidak setuju.

Menindaklanjuti hal itu, Ketua Komisi 2 DPRD Kota Balikpapan H Haris mengatakan, sesuai dengan Perda Nomor 6 Tahun 2010 ada 10 jenis hiburan, salah satunya PUB dan panti pijat.

“Untuk hiburan jenis diskotik maupun panti pijat, saya tidak setuju jika pajaknya diturunkan, tetapi dari 10 jenis itu ada yang diturunkan seperti hiburan mainan anak, tempat pitnes, bioskop dan lain-lain,” ucap H Haris.

Menurutnya, hal itu sangat wajar seperti hotel agar banyak pengunjungnya ke kota Balikpapan, mengingat Balikpapan sebagai kota jasa. Bahkan ia mengatakan kepada ketua Bapemperda bahwa ia tidak sepakat jika pajak THM diturunkan.

“Tentu ini bisa membawa dampak negatif kepada masyarakat dan tidak sesuai dengan slogan kota Balikpapan madinatul iman,” terangnya.

Tegasnya, dari pajak 60 persen itu tidak berdampak pada pengusaha THM, nyatanya target di tahun 2019 lalu sebesar Rp 24 milliar, tercapai Rp 25 miliar. Maka itu jika dikasih berapapun jumlahnya tidak masalah, karena pengunjungnya tetap ramai.

Untuk menekan kota Balikpapan, agar tidak berdampak negatifnya, tidak menyebarnya tempat hiburan, tentu akan sesuai dengan slogan Balikpapan.

“Saya tegaskan bahwa saya tidak sepakat jika diskotik, PUB dan panti pijat diturunkan pajaknya,” paparnya.

Soegianto.

Tempat terpisah Pengelola Hotel Platinum Soegianto menjelaskan, hiburan yang melekat ke hotel biasa dikenakan pajak 10 persen, bukan 60 persen.

“Sedangkan untuk pajak 60 persen itu hiburan diluar dari hotel,” terangnya.

Dikatakannya, dari DPRD sendiri tau bahwa hiburan yang melekat dengan hotel tetap membayar pajak 10 persen ke Dispenda. Sementara pihak hotel sendiri tidak keberatan, karena apa yang dilakukan sesuai dengan Perda.

(Mys/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *