Heboh…! Semburan Gas Bercampur Lumpur di Perumahan GBR 7 Sepinggan

Balikpapan, Metrokaltim.com – Warga di Perumahan GBR 7 Balikpapan Selatan mendadak geger setelah terjadinya semburan gas bercampur lumpur, pada Senin (5/7).

Dari pantauan media ini sumur bor berdiamter 4 inci tersebut berada di depan rumah milik Joko warga RT 5 Kelurahan Sepinggan Balikpapan Selatan. Koordinator Sumur Bor Boni mengatakan bahwa semburan tersebut terjadi sejak pukul 02.00 Wita.

“Tadi baru dilihat sampai pukul 10.00 Wita semburan dari jam 02.00 Wita dini hari hingga siang tidak ada perubahan tinggi semburan sekitar 50 meter,” terang Boni, di lokasi kejadian.

Dikatakan Boni bahwa sumur tersebut berkedalaman 54 meter di mana pengerjaan selama 2 pekan. “Pengeboran sudah selesai sudah bisa di pakai airnya tapi tiba-tiba keluar semburan air bercampur gas,” katanya.

Pihaknya kemudian melaporkan kepada petugas terkait seperti Kepolisian, TNI dan BPBD Balikpapan. Sekira Pukul 10.30 Wita Tim dari HSE Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

“Kami menuju lokasi ini untuk mengukur kandungan gas semburan yang berada di sini pemeriksaan aman baik kadar oksigen h2s nya kemudian kandungan lainnya,” ungkap HSE PHM, Asep Dedi.

Menurutnya yang mengkhawatirkan adalah kandungan H2S di mana hasilnya bervariasi. “Agak sedikit mengkhawatirkan dari hasil pemeriksaan adalah h2s nya jadi bervariasi kandungan ada 4, 5,6,7 memang di bawah standar. Tapi sebaiknya masyarakat tidak mendekat dan tidak menyalakan api,” tegasnya.

Menurutnya ada kemungkinan jika makin lama makin tinggi maka akan membahayakan karena potensi terbakar tinggi. “Karena kandungan gasnya makin lama makin naik sehingga bisa terbakar disarankan semua warga jangan melewati garis yang sudah dipasang dan juga jangan merokok,” pintanya.

Dilokasi kejadian juga dijaga ketat oleh petugas TNI dan Polri untuk memastikan bahwa masyarakat tidak mendekat ke lokasi dan tidak menyalakan api.

“Kami bersama jajaran TNI dan Kecamatan setelah menerima informasi langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan sterilisasi agar masyarakat tidak mendekat karena berbahaya,” timpal Babinkantibmas Aiptu Bintoro. 

(riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *