Hindari Pajak Nol Persen, Bapenda dan Satpol PP Bentuk Tim Terpadu

Tana Paser, Metrokaltim.com – Pendapat Asli Daerah (PAD) harus selalu digenjot. Salah satunya dari retribusi pajak. Seperti di Kabupaten Paser, terdapat 11 item pajak daerah. Yakni pajak hotel, pajak restauran, pajak hiburan, pajak reklame, penerangan jalan, mineral bukan logam dan batuan, parkir, pajak air bawah tanah, sarang burung walet, pajak bumi dan bangunan sektor perkotaan, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

Namun, sepanjang 2020 lalu tak didapati tak ada pungutan retribusi sama sekali. Yakni karaoke dan biliar, masuk dalam kategori pajak hiburan. Demi tak mengulangi kejadian serupa pada tahun ini, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Paser telah melakukan pembahasan dengan pihak Satpol PP.

“Akan dibentuk tim terpadu, bersama dengan Satpol PP. Ini sudah dibahas, turunnya (aksi) di lapangan menunggu SK (Surat Keputusan) bupati,” kata Kepala Bapenda Kabupaten Paser, Afrah Nahetha didampingi Sekretaris, Wagimin, Kamis (18/3).

Adanya item pajak yang 0 persen, dijelaskan Afrah, jika pihaknya telah berupaya melakukan penagihan. Namun selalu buntu. Diungkapnnya banyak menemukan kendala di lapangan.

“Kami sudah melakukan penagihan. Ternyata fakta di lapangan, kami tidak digubris, tak kooperatif. Baik karaoke maupun biliar,” kesah Afrah.

Terkait tempat hiburan malam (THM) di Kabupaten Paser, untuk kejelasan payung hukumnya masih simpang siur. Diterangkan wanita berjilbab ini, pihaknya akan menyampaikan kepada instansi terkait untuk dapat dibuatkan peraturan daerah (Perda).

Andai itu dapat realisasi, tentunya potensi PAD dari THM tak lagi 0 persen. Pelaku usaha karaoke merasa nyaman dan aman. Pun dengan masyarakat yang ingin melepaskan penat, tak perlu lagi keluar daerah, seperti Kota Balikpapan, Samarinda maupun Kabupaten Tabalong.

(sya/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *