Jika Pandemi Belum Berakhir, Program yang Tak Masuk Skala Prioritas Akan Dikurangi

Balikpapan, Metrokaltim.com – Terkait dengan naiknya Pendapatan Asli Daerah (PAD) kota Balikpapan tahun 2022 sebesar Rp 850 miliar. Sekertaris Daerah (Sekda) Sayid MN Fadly menilai ini rasional, jika kondisi covid-19 Balikpapan berakhir ditahun depan.

Menurut Sayid, PAD akan sulit dicapai jika penyebaran covid-19 di Balikpapan belum berakhir. Karena perekonomian di Balikpapan menurun. Contohnya Hotel yang kehilangan para pengunjung, lalu restoran yang sepi pelanggan. Karena adanya pembatasan aktivitas masyarakat.

“Sepanjang normal realistis, cuma kalau tidak normal agak susah. Karena banyak pembatasan, makanya kita berharap mudah-mudahan tahun ini bisa berakhir,” ucap Sayid Fadly, Sabtu (7/8).

Ia memaparkan, ketika kondisi tahun depan Balikpapan tetap belum selesai menangani virus covid-19. Maka langkah yang diambil bisa dengan mengurangi beberapa program yang tidak masuk skala prioritas.

Dirinya menerangkan, sembari mengurangi defisit anggaran, bisa pula akan ada dana transferan dari pusat. Dimana defisit Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) maksimal 6 persen.

“Tapi ketika kita akomodir, pendapatan kita terbatas. Itulah tugas kita bagaimana memverifikasi seluruh kegiatan agar defisitinya sesuai ketentuan maksimal 6 persen,” jelasnya.

Bahkan beberapa waktu lalu, sesuai pembahasan dengan DPRD bahwa target PAD Balikpapan akan mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp 652 Miliar di tahun 2021 menjadi Rp 850 miliar di tahun 2022.

(Mys/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *