Kabut Asap di Balikpapan, Jarak Pandang Turun hingga 1 Kilometer
FOTO: Kepala BMKG Balikpapan, Djoko Sumardiono, memberikan keterangan kepada awak media terkait kondisi kabut asap yang menyelimuti Kota Balikpapan dan penurunan jarak pandang dalam beberapa hari terakhir ( Ries).doc.
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Kabut asap yang menyelimuti Kota Balikpapan dalam tiga hari terakhir menyebabkan jarak pandang menurun hingga 1 kilometer. Kondisi tersebut menjadi perhatian setelah Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Balikpapan menunjukkan angka 110–118 dengan kategori kuning.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Balikpapan, Djoko Sumardiono, mengatakan, pemantauan jarak pandang atau visibility di bandara menjadi salah satu indikator untuk mengetahui keberadaan asap di udara.
“Dalam tiga hari belakangan ini, berdasarkan pantauan kami, dua hari lalu hingga tengah hari, jarak pandang berada pada kisaran 1 sampai 5 kilometer. Artinya, kondisi tersebut terpengaruh oleh asap,” kata Djoko, Selasa (13/10/2026).
Menurut dia, kondisi jarak pandang tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat. Terlebih, data ISPU yang dipantau melalui aplikasi Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan angka 118 pada pukul 10.00 Wita.
“Dari pukul 10.00 tadi, ISPU kita di Balikpapan menunjukkan nilai 118 dengan warna kuning. Artinya, kondisi ini sudah tidak sehat bagi manusia, hewan, dan tumbuh-tumbuhan,” ujarnya.
Berdasarkan data yang disampaikan, nilai ISPU di Balikpapan selama tiga hari terakhir berada pada kisaran 110–118. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya pencemaran udara yang perlu diwaspadai, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
Djoko mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap. Warga diminta menggunakan masker apabila harus keluar rumah serta mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik.
“Harapannya, kalau mau keluar rumah, masyarakat menggunakan masker karena asap ini sangat berbahaya bagi tubuh kita. Sebaiknya kurangi aktivitas di luar rumah,” imbaunya.
Ia menegaskan, masyarakat perlu memperhatikan kondisi udara dan mengambil langkah pencegahan untuk mengurangi risiko paparan asap. Penggunaan masker dan pembatasan aktivitas luar ruangan menjadi langkah yang dapat dilakukan untuk meminimalkan paparan polutan.
Masyarakat juga diharapkan terus memantau perkembangan kualitas udara melalui sumber informasi resmi. Dengan demikian, warga dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari sesuai kondisi udara dan menjaga kesehatan selama kabut asap masih menyelimuti Balikpapan.
Penulis: Ries
Editor; Alfa
30
