Kabut Asap Memburuk, Disdik Balikpapan Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh
FOTO: Kepala Dinas Pendidikan Kota Balikpapan Irfan Taufiq saat memberikan keterangan terkait PJJ/ ( Ries ).
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Dinas Pendidikan Kota Balikpapan mengambil langkah tegas menyikapi kondisi kabut asap yang kian memburuk. Untuk mengantisipasi risiko paparan asap terhadap peserta didik, pembelajaran jarak jauh (PJJ) akan diberlakukan mulai Rabu di seluruh satuan pendidikan di Kota Balikpapan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Balikpapan, Irfan Taufiq, menjelaskan kebijakan tersebut mengacu pada Surat Keputusan Wali Kota Balikpapan Nomor 100.3.4.3/2590/E/SETDA tentang Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh pada Satuan Pendidikan yang Terdampak Asap.
Saat ditemui di ruang kerjanya, Irfan mengatakan kebijakan PJJ berlaku bagi seluruh satuan pendidikan, mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), hingga sekolah menengah atas (SMA).
Kebijakan tersebut juga mencakup madrasah, pesantren, serta satuan pendidikan lainnya yang berada di wilayah Kota Balikpapan.
“Mulai hari Rabu besok, pembelajaran jarak jauh akan dilaksanakan untuk seluruh satuan pendidikan yang ada di Kota Balikpapan,” ujar Irfan, selasa ( 13/10/2026).
Menurut dia, penerapan PJJ merupakan langkah antisipasi untuk melindungi kesehatan peserta didik di tengah kondisi kualitas udara yang masih menjadi perhatian pemerintah daerah.
Terkait durasi pelaksanaan pembelajaran jarak jauh, Irfan menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada batas waktu pasti. Pemerintah akan mengevaluasi kebijakan tersebut dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi udara di Balikpapan.
“Dalam surat edaran Wali Kota, kami tidak menyebutkan berapa lama pelaksanaan PJJ. Nanti akan disampaikan kemudian setelah melihat situasi dan kondisi udara yang saat ini terus kami pantau,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembelajaran jarak jauh berpotensi diperpanjang apabila kualitas udara masih berada dalam kategori tidak sehat. Sebaliknya, kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dapat kembali dilaksanakan apabila kondisi udara telah membaik.
“Kalau masih dalam posisi tidak sehat, kemungkinan besar PJJ akan dilanjutkan. Namun, jika kondisi udara sudah membaik, pembelajaran bisa kembali dilakukan secara langsung,” katanya.
Dinas Pendidikan Kota Balikpapan akan terus memantau perkembangan kualitas udara sebagai dasar evaluasi pelaksanaan kebijakan tersebut. Keputusan mengenai penghentian atau perpanjangan PJJ nantinya akan disesuaikan dengan situasi dan kondisi di lapangan.
Penulsi: Ries
Editor: Alfa
33
