Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, Disdik Balikpapan Terapkan PJJ untuk Lindungi Siswa

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Dinas Pendidikan Kota Balikpapan mulai menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) pada hari pertama sebagai langkah perlindungan terhadap siswa menyusul kondisi kabut asap yang menyelimuti Kota Balikpapan dan kualitas udara yang berada dalam kategori tidak sehat.

Kebijakan ini dilaksanakan berdasarkan surat edaran Wali Kota Balikpapan. Pemerintah kota mengambil langkah tersebut untuk mengurangi risiko paparan udara tidak sehat terhadap peserta didik, sembari terus memantau perkembangan kualitas udara sebelum kembali menerapkan pembelajaran tatap muka.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Balikpapan, Irfan Taufiq, mengatakan pihaknya melakukan pemantauan langsung ke sejumlah sekolah untuk memastikan pelaksanaan PJJ berjalan lancar, baik dari sisi guru maupun siswa.

Saat melakukan kunjungan ke SMP Negeri 1 Balikpapan, Irfan menyebutkan bahwa secara umum pelaksanaan pembelajaran jarak jauh pada hari pertama berjalan dengan baik tanpa kendala teknis berarti.

“Yang paling pertama, kita ingin memastikan bahwa pembelajaran jarak jauh kita bisa berjalan dengan baik. Ada beberapa sekolah yang sudah kami kunjungi, saat ini kita berada di SMP Negeri 1. Ada tujuh sekolah saya kunjungi dari pagi, semua berjalan dengan baik, tidak ada kendala teknis,” ujarnya.

Ia menjelaskan, para guru tetap melaksanakan kegiatan mengajar dari sekolah, sedangkan siswa mengikuti pembelajaran dari rumah. Para siswa juga diwajibkan mengenakan seragam lengkap sebagaimana ketentuan yang berlaku dalam kegiatan belajar mengajar.

Menurut Irfan, kebijakan tersebut merupakan bentuk perlindungan pemerintah kota terhadap kesehatan anak-anak di tengah kondisi udara yang belum membaik.

“Berdasarkan surat edaran wali kota tersebut, ini adalah langkah proteksi pemerintah kota untuk menjaga kesehatan anak-anak kita karena kondisi udara saat ini sudah dalam kondisi tidak sehat,” jelasnya.

Terkait durasi penerapan PJJ, Irfan menegaskan bahwa kebijakan tersebut belum ditentukan akan berlangsung selama berapa hari. Evaluasi akan dilakukan dengan melihat perkembangan kualitas udara, khususnya dalam beberapa hari ke depan.

“PJJ kita itu melihat kondisi udara nanti, jadi tidak ada berapa harinya. Kita lihat perkembangannya selama tiga hari ini seperti apa. Mudah-mudahan terus menurun dan kita bisa kembali menjalankan pembelajaran tatap muka langsung,” katanya.

Selain memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, Dinas Pendidikan juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama PJJ berlangsung. Koordinasi lanjutan akan dilakukan menjelang siswa kembali masuk sekolah.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 1 Balikpapan, Untung Wahyudi, mengatakan sekolahnya memiliki 1.236 siswa yang mengikuti pembelajaran jarak jauh.

Ia menyebutkan, pelaksanaan PJJ sejauh ini berjalan tanpa kendala teknis. Pengalaman menjalankan pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi Covid-19 menjadi salah satu faktor yang membantu sekolah beradaptasi dengan kebijakan tersebut.

“Alhamdulillah, hingga saat ini tidak ada kendala. Begitu ada edaran dari wali kota, kami langsung menyampaikan informasi kepada siswa agar diteruskan kepada orang tua. Orang tua juga diminta membantu mengawasi anak-anak selama belajar dari rumah,” ungkapnya.

Untung menambahkan, pihak sekolah memastikan siswa dapat mengikuti pembelajaran menggunakan perangkat yang tersedia. Kegiatan belajar tetap dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Pemerintah Kota Balikpapan berharap penerapan PJJ dapat menjadi langkah sementara untuk melindungi kesehatan siswa. Evaluasi akan terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara sebelum kegiatan belajar mengajar kembali dilaksanakan secara tatap muka.

Penulis: Ries

Editor: Alfa

83

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *