KASAD Andika Tinjau Latma Garuda Shield di Amborawang, Libatkan 126 Personel US Army dan 250 Personel TNI AD

Balikpapan, Metrokaltim.com – Dalam Rangka kunjungan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Andika Perkasa meninjau langsung Latihan bersama (Latma) Garuda Shield 15/2021, antara TNI AD dan US ARMY. Serta penembakan Mortir 60 yang dilaksanakan di Puslatpur Amborawang, Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur, Kamis (12/8).

Dalam kesempatan ini, Jendral TNI Andika berincang langsung dengan US Army terkait dengan pelaksanaan pelatihan yang dilaksanakan selama 3 hari di pusat latihan tempur Amborawang.

Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa menyempatkan diri untuk datang ke daerah pusat latihan tempur Kodam VI/Mulawarman, yang membawahi wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara).

Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa saat meninjau langsung ke pusat latihan tempur di Amborawang, Kaltim.

Dia menyebut, Amborawang adalah salah satu dari tiga tempat latihan bersama TNI AD dengan US Army yang ke 15 di tahun 2021. Yang mana pelatihan ini melibatkan 126 personel US Army dan 250 orang TNI AD. Dijelaskannya, bahwa pelatihan ini mirip dengan pelatihan di Makalisun, tetapi tidak sebesar yang dilakukan di daerah Batu Raja.

“Intinya field traning exercise (latihan di lapangan) materinya adalah ofensif, ada gangguan, hambatan dan berturut-turut sampai dengan sasaran terakhir,” ucap Kasad TNI Andika Perkasa saat meninjau latihan Garuda Shield, Kamis (12/8).

Andika memaparkan, mekanisme latihan ini pertama kalinya dilakukan di Angkatan Darat, yaitu menggunakan dua pasukan. Yang biasanya hanya pasukan kompi batalyon sedangkan lawannya hanya statis. Dan ditiga lokasi latihan yakni Batu Raja, Makalisun dan Amborawang pihaknya menghadapkan dua pasukan lawan. Namun pemerannya bukan dari Batalyon Raider 600, tetapi Batalyon 621 dan 623. Sehingga tidak ada koordinasi, karena sengaja agar masing-masing melakukan pertimbangan bagaimana caranya mengalahkan satu sama lain.

“Disinilah dinamikanya, jadi sangat spesial kali ini, termasuk dalam hal bagaimana mengatasi sasaran demi sasaran, obstacles dan seterusnya,” ujar Andika Perkasa.

Bahkan hari ini (12/8) juga latihan menembak dengan peluru tajam, yang menggunakan senjata mortir 60 dengan jarak 2,5 km. Untuk senjata perorangan dan senjata bantuan ringan juga dilakukan dengan peluru tajam di lapangan tembak Batalyon 600. Setiap regu diisi 5 orang baik dari TNI AD dan US Army.

Besok, Jum’at (13/08) merupakan sesion terakhir yang dimana TNI AD bersama US ARMY akan melaksanakan Sport’s day dan Culture day , mereka akan olahraga bersama dan memperkenalkan budaya masing masing.

“Sore harinya akan ditutup dengan evaluasi menyeluruh tentang apa saja yang mereka alami , apa yang perlu ditingkatkan sebagai bahan masukkan rencana Garuda Shield ke 16,” ungkapnya.

(Mys/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *