8,6 Kg Sabu Diamankan dalam Sepekan, Tiga Pelaku Terancam Hukuman Mati

Balikpapan, Metrokaltim.com – Dua kasus peredaran narkoba dibongkar oleh Tim Opsnal Subdit III Ditresnarkoba Polda Kaltim selama sepekan ini. Tiga orang pun ditetapkan dalam kasus ini, 8,6 kg sabu berhasil diamankan.

Pengungkapan yang pertama dilakukan petugas kepolisian pada Senin (2/8) lalu di wilayah Samarinda, dua orang ditetapkan sebagai tersangka yakni MHM (38) dan M (45) dari tangan mereka polisi berhasil mengamankan 7,3 Kg sabu.

Pengungkapan peredaran sabu di Samarinda bermula dari informasi masyarakat, bahwa ada seorang yang melakukan transaksi narkoba, Sabtu (31/7) sekitar pukul 17.00 Wita.

Keesokan harinya Team Opsnal Subdit lll Ditresnarkoba Polda Kaltim langsung melakukan penyelidikan sekitar pukul 21.00 Wita dan mendapatkan informasi bahwa akan terjadi transaksi.

Benar saja, pada Senin (2/8) sekitar pukul 15.13 Wita petugas kepolisian berhasil mengamankan kedua pelaku yang sesuai dengan ciri-ciri yang sudah dikantongi petugas. Saat ditangkap, kedua pelaku tersebut berada di dalam mobil Agya dengan nomor polisi KT 1275 EG yang berada di pintu masuk Jembatan Mahkota 2.

Tiga tersangka saat diamankan beserta barang bukti 8,4 kg sabu.

Setelah digeledah, ditemukan tujuh bungkus sabu dengan berat total sekitar 7,3 Kg. Tersangka dan barang bukti kemudian dibawa ke Ditresnarkoba Polda Kaltim guna diproses lebih lanjut.

Kemudian, pengungkapan kedua terjadi di wilayah Penajam Paser Utara (PPU) pada Sabtu (7/8) lalu, dengan tersangka berinisial J (32), dan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 1,3 Kg.

Pengungkapan di PPU juga berdasarkan informasi dari masyarakat, bahwa di Pelabuhan Penajam sering tejadi transaksi jual beli narkotika jenis sabu, pada Minggu (1/8) sekitar pukul 17.30 Wita.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, Team Opsnal Subdit I Ditresnarkoba Polda Kaltim melakukan penyelidikan dan berhasil mendapatkan informasi bahwa orang yang sering melakukan transaksi berinisial J (32) dan sekitar pukul 19.30 Wita Tim Opsnal mendapat informasi bahwa tersangka sekitar pukul 17.00 Wita sedang menyeberang menggunakan speedboat ke Balikpapan dan belum kembali. Lantas Tim Opsnal pun menunggu di sekitar pelabuhan speedboat Penajam.

Hampir sepekan tak menemui jejak, akhirnya Sabtu (7/8) sekitar puktul 20.00 Wita petugas kepolisian melihat tersangka sedang berjalan kaki menuju parkir sepeda motor dengan membawa plastik kresek warna hitam putih.

Lantas Kanit Opsnal memerintahkan anggota Opsnal Subdit 1 untuk memeriksa dan ditemukan barang bukti berupa satu buah plastik kresek warna hitam putih dilapis satu buah kresek warna hitam yang di dalamnya berisi 17 bungkus narkotika seberat total 1,3 Kg, serta satu unit HP Xiaomi Redmi warna biru navy dan HP Samsung warna hitam. Selain itu, juga ditemukan uang tunai sebesar Rp4,8 juta.

Dari hasil pemeriksaan petugas kepolisian semua tersangka baik yang di Samarinda maupun di PPU berasal dari jaringan yang berbeda. Barangnya juga bukan berasal dari Kalimantan Utara (Kaltara) melainkan dari Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Narkoba ini juga berasal dari jalur yang berbeda. Karena di Utara (Kaltara) lagi lockdown ketat jadi barang-barang ini berasal dari Selatan (Kalsel), untuk yang di Penajam barangnya dari Balikpapan,” terang Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Haryanto, didampingi Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana dan Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim Kombes Pol Rickynald, pada Kamis (12/8).

Diketahui, dari ketiga tersangka berperan hanya sebagai kurir. “Untuk siapa pemesan barang ini kami sudah dapatkan identitasnya. Saat ini masih mengumpulkan bukti yang lainnya, setelah itu baru diamankan,” timpal Kombes Pol Rickynaldo.

Dari pengakuan para tersangka, barang haram tersebut rencananya akan diedarkan di Samarinda, Balikpapan dan sekitarnya. Jika berhasil edar, maka bisa merusak sekitar 36 ribu masyarakat Kaltim. Sementara itu, yang di Penajam juga akan diedarkan di kawasan setempat.

“Untuk itu kami mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan ke aparat jika mendapat informasi tentang narkotika. Kedua, kalau tidak bisa disampaikan tolong dijauhi karena sangat berbahaya,” tandasnya.

Atas perbuatannya ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 Subs Pasal 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 Undang-Undang No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati.

(riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *