Kasus Covid-19 Meningkat, Pemkab Kubar Resmi Tunda Belajar Tatap Muka

Sendawar, Metrokaltim.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Berat (Kubar) resmi menunda pembelajaran tatap muka untuk semester genap tahun ajaran 2020-2021. Hal ini dilakukan karena kasus Coronavirus disease 2019 (Covid-19) di daerah tersebut meningkat tajam.

Kebijakan ini diambil setelah jajaran Pemkab Kubar menggelar rapat koordinasi tentang persiapan pembelajaran tatap muka, beberapa waktu lalu. Rapat yang digelar secara virtual ini diikuti oleh Wakil Bupati Kutai Barat Edyanto Arkan serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubar.

Selain itu hadir juga Kepala Dinas Kesehatan Kubar, perwakilan Kapolres Kubar dan seluruh perwakilan sekolah, dari jenjang paud sampai tingkat sekolah menegah pertama. Rapat ini digelar untuk menindaklanjuti surat keputusan bersama empat menteri bernomor: 04/kb/2020, 737 Tahun 2020, HK.01.08/Menkes/7093/2020, dan 420-3987 Tahun 2020.

Dijelaskan Edyanto, belakangan ini kasus Covid-19 meningkat pesat. Berdasarkan data yang dimiliki Pemkab, pada 5 Januari lalu ada 769 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dari jumlah tersebut, tercatat, ada 13 kasus kematian dan kematian probable sebanyak lima kasus.

Oleh karena itulah, kata Edyanto, Pemkab memutuskan untuk menunda proses belajar tatap muka di Kubar. Penundaan ini akan berlangsung selama dua bulan ke depan. “Kami putuskan untuk menunda pembelajaran tatap muka di Kutai Barat sampai bulan maret ke depan,” kata Edyanto, Kamis (14/1).

Namun, dipastikan Edyanto, jadwal penundaan ini masih bisa berubah. Bila nantinya kasus Covid-19 mulai berkurang, bisa saja Pemkab membuka pembelajaran tatap muka lebih cepat dari jadwal. Namun hal sebaliknya juga bisa dilakukan apabila kasus Covid-19 tidak kunjung berkurang.

“Apabila membaik atau menurunnya kasus terkonfirmasi, selanjutnya akan kita evaluasi,” ucapnya.

Edyanto pun meminta kepada seluruh pihak sekolah dan orang tua murid untuk terus mendampingi anak-anaknya belajar di rumah. Hal ini dilakukan agar anak-anak tetap mendapatkan pendidikan, meski tidak belajar secara tatap muka.

“Data perkembangan Covid-19 tersebut, mari sama-sama bersabar dan membudayakan belajar mandiri di rumah. Baik melalui virtual online, atau menggunakan bahan belajar yang ada,” terangnya.

Kepala SD 001 Barong Tongkok, Viktorius Gereng mendukung penuh kebijakan penundaan pembelajaran tatap muka ini. Sebab, dia menyadari, hal ini dilakukan untuk mempercepat penanggulangan pagebluk Covid-19.

“Saat ini Kecamatan Barong Tongkok mengalami kenaikan jumlah kasus, sehingga SD 001 Barong Tongkok menyatakan belum siap untuk PTM (pembelajaran tatap muka),” kata Viktorius.

(sur/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *