Ketua DPRD Kaltim Ingatkan Dinas Kesehatan Untuk Hati-Hati

Samarinda, Metrokaltim.com – Setelah ramai pemberitaan terkait pengungkapan praktik daur ulang stik swab antigen yang digunakan di Bandara Internasional Kualanamu, Medan oleh apparat kepolisian. Membuat pihak DPRD Kaltim mengingatkan Dinas Kesehatan Kaltim untuk lebih berhati-hati lagi.

“Saya sudah minta dinas kesehatan untuk hati-hati, jangan sampai terjadi di Kaltim seperti itu,” ungkap Ketua DPRD Kaltim, Makmur HAPK saat ditemui pada Jumat (30/4).

Makmur menilai, kejadian ini dapat memberika dampak buruk kepada masyarakat. Permasalahan ini pun perlu perhatian pemerintah, termasuk pemerintah daerah.

Kasus daur ulang alat rapid test bekas ini terjadi lantaran ada pembayaran terhadap jasa pemeriksaan tersebut, ditambah permintaan yang tinggi. Alhasil, upaya niat burukpun berpotensi terjadi.

Untuk itu, Legislator Karang Paci ini menyarankan agar layanan pemeriksaan tes cepat Covid-19 ini dapat digratiskan oleh Pemprov Kaltim.

“Kasus ini kan karena ada pembayaran, otomatis ada persoalan. Kalau sudah ada refocusing anggaran pemerintah bisa memplot alokasi untuk rapid test. Sudah lah pemeriksaan gratis aja,” ucap Makmur.

Dengan harga rapid test antigen yang menyentuh kisaran Rp250 ribu, dan rapid antibody Rp100 ribu dapat membuat niat buruk timbul untuk meraup keuntungan. Kedepan nominal biaya itu tidak perlu lagi ditetapkan.

“Rapid Test Rp200 ribu, tidak usah ditetapkan. Jalan keluarnya jangan ada pembayaran, gratiskan aja,” tandasnya.

(adv/mk/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *