Kolaborasi SMSI dan FKPT Berantas Terorisme di Kaltim, Bentuk Kerja Sama Mutualisme

Samarinda, Metrokaltim.com – Menanggulangi terorisme tidak bisa hanya mengandalkan segilintir orang atau kelompok. Semua lini masyarakat perlu bahu-membahu untuk mengatasi masalah ini. Jika tidak, Indonesia bebas teroris hanyalah mimpi belaka.

Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kalimantan Timur (Kaltim) dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kaltim menyadari akan hal itu. Mereka pun berinisiatif untuk berkerja sama membantu aparat penegak hukum mengatasi masalah terorisme di Bumi Etam.

Kerja sama itu dituangkan ke dalam sebuah nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU). K Ketua SMSI Kaltim, Abdurrahman Amin dan Ketua FKPT Kaltim, Achmad Jubaidi yang menandatangani MoU tersebut pada acara Ngobrol Pintar Cara Orang Indonesia (Ngopi Coi) di Hotel Mercure Samarinda, Jumat (30/10) lalu.

Dalam keterangannya, kata Rahman – sapaan Abdurrahman Amin – menyampaikan, tujuan kolaborasi ini adalah untuk memanfaatkan kemampuan kedua belah pihak dalam meningkatkan pengetahuan soal pencegahan terorisme kepada masyarakat. Dia berharap, kerja sama ini dapat dimanfaatkan bersama dalam memberikan informasi penanganan pencegahan terorisme di Indonesia, khususnya di Kaltim.

“Media yang tergabung di SMSI Kaltim berkepentingan untuk mendapatkan informasi terkait penanganan terorisme secara regional di Kaltim,” kata Rahman.

Sementara itu, Achmad Jubaidi memaparkan aspek-aspek yang menjadi kesepakatan dalam kerja sama ini. Di antaranya, sebut Jubaidi, yaitu literasi media, pengembangan pelatihan, informasi dan publikasi. Masing-masing pihak mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk mengembangkan dan mengimpiliasikan perjanjian kerja sama ini dalam unit kerja masing-masing.

Selain itu, tambah Jubaidi, FKPT Kaltim akan membuat program pelatihan bagi media terkait peliputan dan atau penulisan tentang terorisme. Program itu merupakan program kerja konkret yang segera direalisasikan dalam waktu dekat ini.

“Kerja sama ini bersifat simbiosis mutualisme. Kedua pihak sama-sama mengambil manfaat,” ungkapnya.

Rahman melanjutkan, saat ini sudah ada sekitar 40 media siber di Kaltim yang telah bergabung bersama SMSI. Namun jumlah tersebut akan terus bertambah, karena masih ada media yang masih mengajukan diri untuk bergabung. Kehadiran media di SMSI ini akan menjadi daya dukung bagi FKPT dalam menjalankan program pencegahan terorisme di Kaltim. Sebaliknya, SMSI bakal mendapatkan pemahaman yang konperhensif terkait penanganan terorisme dan peran media di dalamnya.

(sur/ryan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *