Komisi II Minta Disdag Selesaikan Masalah Pro Kontra Pedagang, Haris: Masing-masing Kok Membangun

Balikpapan, Metrokaltim.com – Komisi II DPRD kota Balikpapan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas Perdagangan (Disdag) dan perwakilan pedagang Pasar Pandansari, Balikpapan Barat (Balbar) yang dilaksanakan di ruang rapat gabungan, Rabu (22/9).

Usai RDP, Ketua Komisi II DPRD Balikpapan H Haris mengatakan, bahwa terjadinya pro kontra antara pedagang yang baru dibangun dari UPT Pasar sebanyak 45 lapak. Dirinya minta Disdag untuk segera menyelesaikan permasalahan ini, dalam mencarikan solusi yang terbaik antara pedagang yang dapat dan yang tidak dapat.

“Dari program kepala Disdag, dalam Blauran itu ada rencana membangun 68 petak, yang seharusnya secara administrasi dalam berproses mana yang tidak membayar sampai berpuluh tahun, maka akan diberikan kepada pedagang yang kena musibah kebakaran ini,” ucap H Haris saat ditemui awak media.

Lanjutnya, dengan adanya pembangunan 48 petak ini, itulah yang menjadi pro kontra. Karena mereka merasa tidak dapat dan yang dapat justru yang baru. Maka tadi pihaknya RDP untuk bisa menyelesaikan masalah ini.

“Kenapa kok bisa tiba-tiba semua membangun sendiri, atas perintah siapa. Awalnya tidak tahu dulu, sekalinya atas perintah kepala UPT. Seharusnya kan seijin dulu, program atau apa,” imbuh Ketua Komisi II.

Dijelaskannya, karena ini lahan milik pemerintah kota sehingga ia ingin ini bisa ditata dengan layak. Dan tidak seharusnya pedagang membangun sendiri. Dengan begitu pihaknya minta untuk secepatnya membangun 68 petak itu.

Terkait dengan pembangunan petak itu, dirinya sangat tidak membenarkan karena membangun itu harus memiliki izin, mengingat ini lahan pemerintah kota. Dan hasil rapat tadi, ia minta Disdag untuk kumpulkan semua pedagang yang pro kontra.

“Jangan sampai semua rame-rame membangun, kan repot ini,” ungkapnya.

Kepala Disdag Arzaedi menambahkan, untuk di dalam pasar semua ada 68 petak yang perlu diperbaiki dan renovasi, agar para pedagang bisa masuk ke dalam. Dan untuk waktunya realisasinya, pihaknya sudah dalam persiapan. Hanya saja untuk masuk kedalam, pedagang minta waktu.

“Untuk waktu kami berikan, artinya itu sambil kita merapikan di dalam jika Oktober/November selesai dirapikan, ya saat itu masuknya,” tambah Arzaedi.

Tambahnya, tentu semua akan dirapikan, termasuk PKL eks kebakaran yang akan dipindahkan ke dalam. Dan untuk keluhan mereka, karena masih ada pedagang eks kebakaran namun tidak dapat, sehingga pihaknya akan upayakan untuk bisa masuk semua.

Ditanya perihal adanya pedagang yang membayar sebesar Rp 5 juta, ia menegaskan itu tidak benar.

“Dengar sendiri nanti, silakan wawancara pedagang, aku tidak tau masalah itu, tanyakan aja ke pedagang dan datang akan ke PKL situ,” tegasnya.

(Mys/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *