Komisi II Minta Jangan Terlalu Banyak Pembangun, Lihat yang Lebih Bermanfaat untuk Masyarakat

Balikpapan, Metrokaltim.com – Kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi II DPRD kota Balikpapan, untuk sinkronisasi RPJMD dengan visi misi wali kota terpilih yakni Rahmad Mas’ud. Kali ini Komisi II melaksanakan RDP dengan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) kota Balikpapan, Rabu (20/5).

Wakil Ketua Komisi II DPRD Balikpapan Mieke Henny mengatakan, RPJMD ini memiliki kode 149 yakni 1 visi, 4 misi dan 9 program. Khusus Pariwisata pihaknya menanyakan, bagaimana Pariwisata bisa bermanfaat untuk warga Balikpapan.

Dipaparkannya, dari Pariwisata sendiri banyak pembangunan dan event yang bersifat multiefekplayer kepada warga, misalnya membuat event food di Balikpapan. Sedangkan untuk asumsinya akan dilaksanakan dalam jangka pendek mulai bulan Mei-Desember.

“Bahkan dalam asumsi itu Disporapar mengatakan ada multi efek player, seperti kulinernya, transportasinya dan lebih kepada ketenagakerjaan yang terlibat. Dan mereka juga akan membangun beberapa tempat yang akan dijadikan pariwisata, ia juga akan tetap memantau dan bina pariwisata swasta,” ucap Mieke Henny.

Lanjutnya Mieke, Komisi II tidak mau terlalu banyak membangun, karena prosesnya juga akan memakan waktu yang lama, sehingga tidak ada dampak yang dirasakan masyarakat, tetapi lebih pada multiefekplayer ke masyarakat tertentu.

Mieke juga minta agar pariwisata daerah seperti Pantai Manggar bisa lebih diperhatikan lagi prasarananya. Selain itu ia juga berharap tenaga kerja di sana juga lebih banyak terserap warga sekitarnya. Karena Pantai Manggar adalah satu-satunya wisata milik pemerintah yang menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup baik, sesuai target di tengah covid-19.

“Pemeliharaan disitu masih kurang bagus, jadi alat sarpras dibenahi. Kiri dan kanan itu hanya dua tukang sampah dan dua penjaga malam. Diharap bisa tambah SDM untuk petugasnya,” jelasnya.

Kepala Disporapar Doortje Marpaung membenarkan, Pembahasan mengenai apa yang bisa dilakukan Disporapar di tahun 2022-2024, meskipun konsep untuk RPJDM atau Renstra sampai tahun 2026. Bahkan untuk jangka pendek dan menengah sudah disampaikan, mana yang lebih mensupport dalam pariwisata.

“Untuk dua program unggulan strategis wali kota terpilih, yaitu Balikpapan sebagai kota mains, pariwisata dan pengembangan ekonomi kreatif. Itu program yang kami tajamkan untuk di restra maupun pendukung RPJDM dan itupun sudah dituangkan di kajian teknokrat,” tambahnya.

Untuk pembenahannya sendiri di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, pihaknya akan melihat potensi-potensi baru untuk wisata, baik oleh pemerintah maupun prepet sektor.

(Mys/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *