Nakes RSUD Panglima Sebaya Terpapar Covid-19, DPRD Paser Minta Pemkab Tanggap Akomodir Kekurangan

Tana Paser, Metrokaltim.com – Sejak, Rabu (3/2) lalu, layanan klinik rawat jalan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panglima Sebaya, untuk sementara waktu ditutup, sampai batas waktu yang belum bisa dipastikan.

Kebijakan penutupan terpaksa harus dilakukan. Setelah 94 tenaga kesehatan (nakes) RSUD Panglima Sebaya terpapar Covid-19. Menyikapi hal itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Paser, Ikhwan Antasari mengatakan, apa yang dialami puluhan nakes, menjadi perhatian semua pihak, untuk tak memandang sebelah mata Covid-19.

“Sangat prihatin dengan kondisi ini. Seperti diketahui bersama, tenaga medis RSUD Panglima Sebaya terkonfirmasi positif. Tentunya menjadi perhatian serius untuk kita semua,” kata Ikhwan Antasari, Jumat (5/2).

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Paser, Ikhwan Antasari

Dari 94 nakes yang terkonfirmasi positif, 13 orang dirawat. Dan sisanya menjalani isolasi mandiri. Penutupan dilakukan, selain memutus mata rantai Covid-19. Dilain sisi, untuk mengoptimalkan pembagian nakes yang tersisa ke beberapa ruangan, khususnya yang mulai kekurangan petugas.

“Dan kekurangan (nakes) ini, kami harapkan pemerintah bisa cepat tanggap, untuk mengakomodir yang menjadi kekurangan di sana (RSUD Panglima Sebaya),” pinta Politisi Partai Golkar ini.

Dengan kasus pandemi Covid-19 yang terus mewabah, ia meminta masyarakat jangan panik. Selalu menerapkan protokol kesehatan. Yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

“Masyarakat jangan resah. Saya juga sudah koordinasi dengan direktur (RSUD Panglima Sebaya). Jika ada masyarakat yang ingin memeriksa kesehatan bisa ke puskesmas terdekat,” tandasnya.

(adv/sya/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *