Odang Minta Pengawasan Lingkungan yang Berpotensi Rawan Longsor Ditingkatkan

Balikpapan, Metrokaltim.com – Mengingat cuaca di kota Balikpapan yang tidak menentu, membuat beberapa rumah warga alami longsor seperti yang terjadi di RT 19 Kelurahan Margo Mulyo, Balikpapan Barat, RT 23 Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara dan wilayah Batakan, Balikpapan Timur.

Terkait itu, Anggota DPRD kota Balikpapan Syarifuddin Odang mengaku prihatin dengan musibah yang terjadi dibeberapa daerah. Bahkan ia minta pemerintah untuk meningkatkan pengawasan di lingkungan yang berpotensi rawan longsor.

“Jadi sebelum kejadian, kita sudah mengantisipasi terlebih dulu,” tegas Odang saat berkoordinasi dengan awal media, Selasa (25/5).

Dengan padatnya penduduk, membuat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) harus lebih diperketat, karena jika tidak akan berimbas kembali ke pemerintah kota yang bertanggung jawab. Dan ada beberapa hal yang harus diperketat dalam aturan, karena yang rugi juga masyarakat, pemerintah dan sebagainya, ditambah lagi ketika sampai menelan korban jiwa.

Tidak hanya itu, pihaknya juga perlu keterlibatan dari kecamatan, kelurahan, maupun RT untuk pengawasan. Sehingga ketika ada hal-hal yang dianggap berdampak longsor bisa segera dilaporkan.

“Pengawasan bisa dilakukan di wilayah perbukitan dan lereng serta di sekitar parit besar. Ditambah ketika ada pengupasan lahan, harus benar-benar di pahami dampaknya kedepan seperti apa,” imbuh Odang.

Apalagi kelurahan tau dan hapal lokasi mana saja titik-titik bangunan yang membahayakan, jangan tunggu kejadian baru pada heboh. Contohnya di daerah pasar buton, Balikpapan Utara yang mengalami pergeseran, serta adanya ruko di daerah tebing yang dibangun dan mendapatkan izin, padahal bisa membahayakan warga sekitar.

“Seharusnya itu tidak di izinkan. Karena jika runtuh dan mengenai warga pastinya nanti nuntut balik. Harusnya kita planing jangka panjang, dan bagaimana kita menata dengan baik, jangan sudah kejadian baru pada sewot semua,” jelasnya.

Ini yang harus dipahami dan ditegaskan, daripada mengeluarkan APBD lagi, yang seharusnya bisa kita gunakan buat kemajuan yang lain, sehingga yang rugi masyarakat semua.

“Yang saya harapkan bagaimana antisipasinya sebelum kejadian,” tutupnya.

(Mys/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *