Pangdam dan Kapolda Pastikan PPKM Darurat di Kota Balikpapan Berjalan Baik

Balikpapan, Metrokaltim.com – Pemerintah kota (Pemkot) Balikpapan melalui Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menerima kunjungan dari Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Heri Wiranto dan Kapolda Kalimantan Timur (Kaltim) Irjen Pol Herry Rudolf Nahak dalam rangka mengecek pelaksanaan PPKM Darurat yang dilaksanakan di kota Balikpapan.

Dalam sambutan, Rahmad Mas’ud menyampaikan kepada seluruh masyarakat arti pentingnya Protokol kesehatan (Prokes) yang selalu diterapkan. Karena ini bagian dari salah satu ikhtiar untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 di Balikpapan. Diketahui bersama, bahwa Balikpapan ditetapkan diantara 34 Kabupaten/Kota yang masuk zona dilevel empat yakni PPKM Darurat.

“Untuk itu kami memutuskan dan bermusyawarah dengan Forkopimda, bahwa langkah-langkah instruksi dari Mendagri yang harus kami inflementasikan di Balikpapan yang berlaku mulai kemarin (8/7) yaitu pengetatan,” ucap Rahmad Mas’ud di depan kantor Pemkot, Jumat (9/7).

Terkait dengan pengetatan, Rahmad mengklarifikasi bahwa tidak ada yang melarang orang untuk beribadah (salat), tetapi ada pembatasan Prokes yang cukup ketat yakni 25 persen dari kapasitas dari masing-masing masjid. Termasuk juga dengan salat Jumat yang tidak diberlakukan bagi daerah di zona oranye dan merah, kemudian yang tidak bisa menerapkan 25 persen dari jumlah kapasitas jamaah di masjid itu.

“Jadi ketika mereka bisa melaksanakan silakan,” ujarnya.

Lanjutnya, sesuai instruksi dari menteri bahwa daerah yang sudah masuk dalam PPKM Darurat semuanya harus ditutup kegiatannya, meski Balikpapan masih ada toleransi. Mudah-mudahan dalam Minggu ini pihaknya berhasil menekan laju penyebaran covid-19, tentunya akan dilakukan peninjauan lagi setelah tanggal 20 Juli 2021.

“Mohon dukungan dari Kapolda dan Pangdam untuk menyemangati dan memberikan informasi serta saran kepada warga kota Balikpapan,” harapannya.

Tidak hanya itu, pemkot juga akan memberikan obat-obatan untuk pasien yang melakukan isolasi mandiri (isoman), tentu hal ini memerlukan kerja sama dengan para seluruh ketua RT di Balikpapan. Dengan keterlibatan seluruh RT Pemkot akan berikan kompensasi berupa uang sebesar Rp 1 juta, untuk membantu program Pemkot dalam waktu dekat ini.

“Supaya betul-betul ikhtiar dan usaha kita bisa terus bergotong royong untuk menyelesaikan permasalahan covid-19 yang sekarang mewabah,” ungkapnya.

(Mys/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *