Pasar Sepinggan Membara, Ratusan Kios Rata dengan Tanah
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Kebakaran hebat melanda Pasar Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, pada Jumat pagi sekitar pukul 06.45 WITA. Peristiwa tersebut terjadi saat aktivitas pasar mulai ramai dipadati pedagang dan pengunjung yang hendak berbelanja kebutuhan harian, Jum’at (31/7/2026).
Kobaran api pertama kali terlihat berasal dari salah satu kios di dalam area pasar. Api kemudian dengan cepat membesar dan merambat ke kios-kios lain karena sebagian besar bangunan terbuat dari material yang mudah terbakar. Dalam waktu singkat, kepulan asap hitam membumbung tinggi disertai kobaran api yang menghanguskan sejumlah kios.
Kondisi tersebut sontak memicu kepanikan para pedagang dan penghuni pasar. Mereka berupaya menyelamatkan barang dagangan serta peralatan usaha yang masih bisa dievakuasi. Namun, besarnya kobaran api membuat sebagian besar pedagang tidak mampu menyelamatkan seluruh barang miliknya.
Salah seorang pedagang, Rini, mengaku baru tiba di pasar saat kebakaran terjadi. Ia tidak menyangka api telah membesar ketika hendak membuka kios miliknya.
“Saya baru datang mau buka kios. Waktu membuka toko, api sudah besar. Ada empat kios milik saya yang hangus terbakar. Hanya sebagian kecil barang dagangan yang sempat diselamatkan,” ujar Rini dengan wajah sedih.
Menurutnya, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian yang sangat besar karena sebagian besar stok dagangan ludes dilahap si jago merah. Ia berharap ada bantuan dari pemerintah untuk meringankan beban para pedagang yang terdampak.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan pihaknya mengerahkan sedikitnya 15 unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi guna menjinakkan kobaran api. Petugas berjibaku memadamkan api agar tidak merambat ke bangunan lain di sekitar pasar.
“Kami mengerahkan sedikitnya 15 unit mobil pemadam kebakaran untuk mempercepat proses pemadaman. Petugas juga melakukan upaya penyekatan agar api tidak meluas ke area lainnya,” kata Usman Ali.
Ia menambahkan, proses pemadaman berlangsung cukup lama karena material bangunan yang mudah terbakar membuat api cepat menyebar. Setelah beberapa waktu, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dan dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
Terkait penyebab kebakaran, Usman Ali menyebut hingga kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Petugas telah memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk kepentingan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, kebakaran mengakibatkan kerugian materi yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Sejumlah kios beserta barang dagangan milik pedagang dilaporkan hangus terbakar.
Peristiwa ini menjadi perhatian warga yang memadati sekitar lokasi kebakaran. Arus lalu lintas di sekitar Pasar Sepinggan sempat mengalami kepadatan akibat banyaknya warga yang menyaksikan proses pemadaman. Hingga kini, petugas masih melakukan pendataan jumlah kios yang terdampak serta menghitung total kerugian yang dialami para pedagang.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
43
