Pembelajaran Tatap Muka Langsung, Kadis: Bakal Dibahas, Tergantung Kesiapan Daerah

Tana Paser, Metrokaltim.com – Adanya wacana pembelajaran tatap muka (PTM) yang bakal dilangsungkan medio Januari 2021 mendatang. Beberapa daerah lain pun mulai melakukan simulasi, salah satunya Kota Balikpapan. Pun untuk Kabupaten Paser, belum melakukan hal serupa. Namun pekan depan, bakal dilakukan pematangan konsep bersama Muspika.

“Sesuai kepetusan Mendikbud, pelaksanaan PTM semester genap 2021, itu diperbolehkan tapi tidak diwajibkan. Semua tergantung kesiapan daerah,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Paser, Murhariyanto, Jumat (18/12).

Kesiapan daerah yang dimaksud, yakni kelengkapan mengenai protokol kesehatan Covid-19. Diantaranya menyediakan handsanitizer, kelengkapan air bersih dan penunjang lain.

“Dan selanjutnya itu kami ajukan ke bupati melalui Satgas mengeluarkan izin untuk membuka sekolah. Dari semua kegiatan itu mengacu pada protokol kesehatan,” sambungnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Paser, Murhariyanto.

Tak cukup pada penerapan protokol kesehatan, tetapi waktu pembelajaran pun dikurangi. Bahkan tidak ada jam istirahat, begitupun kantin sekolah ditutup.

“Jam pelajaran kami kurangi. Biasanya normalnya 45 menit, ini hanya 20 menit. Dan jumlah siswa yang masuk kami bagi dua. Misal dari 30 murid, hanya 15 diantara yang dulu masuk, ya harinya selang-seling. Ini untuk Paud hingga SMP,” jelasnya.

Sebelum benar-benar terlaksana pertengahan Januari mendatang, bakal dimatangkan bersama Muspika dan stakeholder yang ada. Terkait dengan tenaga pengajar sendiri, dikatakannya jika bakal dilakukan rapid test.

“Untuk Paud sampai SMP sudah kami sampaikan. Termasuk saat pertemuan Senin (21/12) akan mengundang dokter atau psikologi anak melalui sekretaris daera. Ya, tenaga pengajar sudah kami minta Satgas untuk rapid test,” tandasnya.

(all/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *