Penerapan ZZT di Jendral Sudirman Belum Menemui Solusi, Warga Ancam Gelar Aksi Demo

Balikpapan, Metrokaltim.com – Untuk menjalin silaturahmi yang baik, Forum Warga Jalan Jenderal Sudirman Bersatu (FWJJSB) menggelar kegiatan buka puasa bersama dengan para pelaku usaha di Jalan Jendral Sudirman, perwakilan Ketua RT di Kelurahan Klandasan Ilir, Klandasan Ulu dan Kelurahan Damai, Balikpapan Kota serta para media di Hotel MidTown, Sabtu (24/4).

Selain untuk mempererat tali silaturahmi, Forum tersebut juga melakukan koordinasi dengan membahas beberapa hal, salah satunya terkait dengan Zona Zero Tolerance (ZZT) yang diterapkan di sepanjang Jalan Jendral Sudirman.

Ketua RT 6 Klandasan Ilir Lukman memaparkan, sebelum diterapkannya ZZT di sepanjang jalan Jendral Sudirman, pihak Satlantas Kota Balikpapan maupun pemerintah kota belum melakukan sosialisasi kepada masyarakat perihal hal tersebut, sehingga masyarakat keberatan jika harus dilakukan tanpa memberikan solusi.

“Apalagi selama ini kami warga Jalan Jendral Sudirman tidak pernah menolak adanya pembangunan kota, asalkan program tersebut tidak merugikan warga, salah satunya para pelaku usaha,” ucap Lukman yang mewakili FWJJSB saat berbincang dengan awak media.

Sementara dalam RDP di DPRD Kota Balikpapan beberapa waktu lalu, Satlantas Balikpapan sepakat bahwa ZZT ditunda, namun nyatanya masih ada berberapa pihak melakukan penilangan pada masyarakat yang memarkirkan kendaraannya.

“Dan warga berharap pihak terkait dapat memberikan toleransi dengan membuatkan parkiran secara pararel di sepanjang Jalan Jendral Sudirman, sehingga permasalahan ini tidak berlarut-larut,” ujarnya.

Salah satu UMKM di Jalan Sudirman, Bobo mengatakan, sejak pandemi covid-19 perekonomian masyarakat mengalami penurunan yang signifikan, bahkan penurunan itu mencapai hingga 60 persen. Apalagi ditambah dengan adanya program ZZT yang melarang pembeli parkir tentu sangat berdampak.

“Maka itu kami berharap pemerintah, Satlantas Balikpapan, hingga DPRD bisa memberikan solusi yang baik untuk membangkitkan perekonomian masyarakat,” imbuh Bobo.

Bahkan salah satu pengusaha Mantau Fery menambahkan, kebijakan seperti ini seharusnya bisa di sosialisasi terlebih dahulu ke masyarakat. Apalagi kebijakan ini tidak hanya merugikan satu orang tetapi bisa merugikan orang banyak.

Lanjutnya, sejak adanya program ZZT omset penjualan mengalami penurunan hingga 80 persen, lantaran banyak pembeli yang takut ditilang karena berhenti di jalan tersebut.

“Hal seperti ini yang harus dipikirkan, jangan hanya menjalankan program tetapi merugikan masyarakat. Maka itu kami minta adanya toleransi dengan memberikan parkir pararel untuk sepanjang Jalan Jendral Sudirman,” harapnya.

Dalam pembahasan, FWJJSB ini berencana akan melakukan pertemuan Senin (26/4) dengan pemerintah kota, namun jika tidak ada kesepakatan, Forum berencana melakukan aksi demo di kantor Polresta, DPRD dan Pemkot.

(Mys/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *