Pengrajin Tahu Tempe Mengeluh, Harga Kedelai Alami Kenaikan

Balikpapan, Metrokaltim.com – Penyebaran Covid-19 di kota Balikpapan masih terjadi, dengan pandemi ini banyak sektor yang terdampak, salah satunya di sektor ekonomi. Bahkan Primer Koperasi Tahu Tempe Indonesia (Primkopti) Balikpapan yang beralamat di RT 85 Kelurahan Muara Rapak, Balikpapan Utara mengeluhkan kenaikan harga bahan baku tahu tempe yang mencapai 50 persen.

Saat ditemui awak media, Wakil Ketua Primkopti Arifin mengatakan, kenaikan harga kedelai mencapai 50 persen dari sebelumnya Rp 7.500 per kg kini naik menjadi Rp 11.100 per kg. Dengan naiknya harga kedelai sangat dirasakan para pedagang.

Tidak hanya pendapatan yang menurun, kendala utama yakni masalah transportasi karena seringnya banjir akibat air laut yang meluap ke jalan, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan.

“Kami berharap pemerintah bisa mencari solusi terbaik, karena bahan seperti tahu tempe ini tidak bisa ditunda, harus segera besok dipasarkan,” ucap Arifin.

Arifin melanjutkan, bahwa tahu tempe ini merupakan ekonomi merakyat yang mereka andalkan hingga saat ini, walupun mereka menjerit dengan kenaikan kedelai yang sangat tinggi. Meski dalam isu nasional kedelai juga alami kenaikan, bahkan beberapa dearah banyak yang sudah mogok produksi.

“Tetapi Alhamdulillah dengan adanya Primkopti sebagai wadah pengrajin, tahu tempe di Balikpapan bisa bertahan,” akunya.

Mereka juga tidak tahu harus menuntut kemana, tetapi mereka hanya bisa pasrah dan menjalani sambil menunggu solusi dari pemerintah. Diharapkan ini cepat berlalu dan ada solusinya. Sedangkan Primkopti Balikpapan merupakan percontohan, yang mana merupakan satu-satunya yang bisa mengumpulkan pengusaha kecil di satu kawasan industri kecil.

Sementara sekretaris Primkopti Balikpapan Imam mengatakan, beruntung Balikpapan ada Primkopti sehingga harga kedelai bisa mengendalikan harga kedelai.

“Karena ini ada koperasi, sehingga pelaku usaha sejenis koperasi misalnya jual kedelai yang lain gak bisa main-main karena adanya Primkopti,” tutur imam.

Imam bersyukur dengan adanya Primkopti, harga kedelai bisa dikendalikan walaupun harganya merupakan harga internasional. Pihaknya menyampaikan agar UMKM yang ada di somber diperhatikan terutama transportasi agar lancar dan harga kedelai bisa dikendalikan agar para pelaku usaha tahu tempe bisa terus menjalankan usahanya untuk menopang perekonomian.

(Mys/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *