Pertagas Raih Tiga PROPER Emas, Tegaskan Komitmen Lingkungan dan Sosial
JAKARTA, Metrokaltim.com — PT Pertamina Gas (Pertagas), bagian dari Subholding Gas Pertamina, kembali meraih tiga penghargaan PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq kepada Direktur Utama Pertagas Indra P. Sembiring dan Direktur Teknik dan Operasi Agung Indri Pramantyo dalam ajang PROPER di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Selasa (7/4).
Capaian ini menegaskan komitmen Pertagas dalam menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang berdampak pada masyarakat dan kelestarian lingkungan. PROPER Emas merupakan penghargaan atas kinerja perusahaan yang tidak hanya memenuhi regulasi, tetapi juga melampaui standar melalui inovasi dan pemberdayaan masyarakat.
“Penghargaan ini merupakan apresiasi atas program TJSL yang dijalankan secara konsisten sehingga memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Indra.
Pertagas menjalankan berbagai program eco-inovasi di wilayah operasinya. Di Operation East Java Area, program Eco Pori mengolah sampah plastik menjadi ecobrick untuk mendukung irigasi dan produktivitas pertanian. Di Kalimantan Area, program PISPA 2.0 memanfaatkan limbah pipa dan sampah organik untuk irigasi dan pemupukan yang membantu menekan emisi. Sementara di South Sumatera Area, program PESONA mengolah urine sapi menjadi pestisida organik.
Selain itu, program pemberdayaan masyarakat juga terus diperkuat. Pertamina Gas Operation Kalimantan Area meraih PROPER Emas keempat berturut-turut sejak 2022. Sementara South Sumatera Area meraih PROPER Emas kedua sejak 2024, dan East Java Area meraih PROPER Emas ketiga setelah sebelumnya diperoleh pada 2019 dan 2020.
Melalui Program Karyadarsa di Kalimantan, Pertagas meningkatkan akses air bersih melalui inovasi Aquagrid System serta mengubah 2,5 hektare lahan kritis menjadi produktif. Program ini juga mendorong peningkatan pendapatan masyarakat dan penguatan ekonomi desa melalui pengembangan BUMDes dan UMKM.
Di South Sumatera, Program Pusaka Artha mengembangkan ekonomi sirkular melalui pengelolaan air dan pemanfaatan limbah ternak menjadi produk bernilai ekonomi. Program ini berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat serta keterlibatan generasi muda di sektor pertanian.
Adapun di East Java, Program Cita Sembada meningkatkan produktivitas pertanian hingga tiga kali panen per tahun. Program ini juga memperkuat pengelolaan lingkungan dan mendorong pertumbuhan UMKM, termasuk pemberdayaan kelompok rentan.
Secara keseluruhan, program TJSL Pertagas telah menjangkau 17 kelompok masyarakat dengan lebih dari 11 ribu penerima manfaat langsung. Hal ini tercermin dari Indeks Kepuasan Masyarakat sebesar 3,49 dengan kategori sangat baik, serta nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 1,49.
Indra menegaskan, Pertagas akan terus berkomitmen menjadi mitra strategis yang memberikan nilai tambah berkelanjutan bagi masyarakat.
“Capaian PROPER Emas ini bukan sekadar penghargaan, tetapi bukti komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi atas tantangan sosial dan lingkungan,” pungkasnya.(*).
291
