Pertamina Patra Niaga Dorong Ekonomi Sirkular,Sulap Limbah Kayu Bernilai Ekonomi
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com — Upaya pemanfaatan limbah berbasis ekonomi sirkular terus digencarkan PT Pertamina Patra Niaga Kilang Balikpapan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Salah satu implementasinya terlihat pada pembinaan Kelompok Kayu Bina Karya Baitul Ghofur (BKBG) di Kelurahan Prapatan yang berhasil mengolah limbah kayu menjadi produk bernilai ekonomi.
Program ini menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dalam pengelolaan limbah, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan. Kelompok BKBG yang berdiri pada 2025 kini beranggotakan 16 orang dan aktif memanfaatkan sisa material kayu dari aktivitas operasional perusahaan.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Kilang Balikpapan, Dodi Yapsenang, mengatakan bahwa inisiatif tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mengintegrasikan aspek lingkungan dan ekonomi masyarakat.
Menurut Dodi, pengolahan limbah menjadi produk fungsional tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi warga sekitar. Ia menilai capaian kelompok BKBG menjadi indikasi awal keberhasilan program pemberdayaan yang dijalankan.
Sejauh ini, kelompok tersebut telah menghasilkan berbagai produk seperti meja, kursi, penutup kolam, hingga alat permainan edukatif (APE). Nilai ekonomi dari produksi yang dihasilkan tercatat mencapai sekitar Rp25 juta, meski pemasaran masih dalam tahap pengembangan.
Produk APE hasil olahan kelompok juga telah dimanfaatkan dalam program CSR perusahaan, khususnya melalui program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), dengan penyaluran ke tiga lokasi daycare sebagai sarana pendukung aktivitas belajar anak.
Ketua Kelompok BKBG, Rantau, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan dampak langsung bagi anggotanya, terutama dalam menambah penghasilan dan meningkatkan produktivitas. Limbah yang sebelumnya tidak terpakai kini dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual.
Ke depan, pembinaan berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan kualitas produksi serta memperluas akses pasar kelompok BKBG. Program ini juga diharapkan menjadi contoh pengelolaan limbah berbasis masyarakat yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi lokal.
111
