Perwakilan Warga Ngeluruk ke Mako Polresta, Sampaikan Keberatan Penerapan Zona Zero Tolerence

Balikpapan, Metrokaltim.com – Penerapan Zona Zero Tolerence yang dilakukan tim gabungan dari Satlantas Polresta Balikpapan, Dinas Perhubungan dan TNI akhirnya mendapat respon dari warga. Mereka yang bermukim di sepanjang Jalan Jendral Sudirman RT 05 dan 06 Kelurahan Klandasan Ilir, Balikpapan ngeluruk ke Mako Polresta Balikpapan, pada Selasa (17/3) pagi. Kedatangan perwakilan warga ini menyampaikan penolakan terhadap penerapan Zona Zero Tolerence yang saat ini tengah berjalan dengan tahapan peneguran.

Kedatangan warga pun diterima oleh Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Turmudi, dan juga dihadiri Kasatlantas Polresta Balikpapan, Kadishub Kota Balikpapan.

Dalam pertemuan ini warga hanya menyampaikan aspirasi keluhan warga yang keberatan atas adanya Zona Zero Tolerence tersebut.

Ketua LPM Klandasan Ilir, Budi Rahmani yang turut hadir saat itu, menyampaikan jika adanya penerapan program tersebut dapat menimbulkan permasalahan baru, ia mencontohkan adanya pergeseran kendaraan yang masuk ke gang-gang dikawasan tersebut.

“Keluhan terbaru warga keberadaan mobil taksi pindah ke samping BPJS. Ini masalah baru lagi, disitu timbul kemacetan baru,” terangnya.

Selain itu ekonomi warga disekitar Jalan Jendral Sudirman yang dilarang parkir menimbulkan efek keengganan pembeli untuk mampir lantaran jauhnya lokasi parkir dari rumah makan yang ada.
“Dilarang parkir, maka ruko di Miki akan sepi pembeli. Bukan Mikinya, tapi unsur yang menyuplai makanan (pelaku usaha) yang masukkan jualan di Miki. Saya belum lahir mereka sudah berusaha, bekerja, dan beraktifitas turun temurun. Dengan adanya pemberlakukan ini mereka terusik,” bebernya.

Di tempat yang sama Ketua RT 06 Kelurahan Klandasan Ilir, Lukman Hendra mengatakan, penolakan yang terjadi oleh warganya lantaran sampai saat ini tidak pernah diberikan sosialisasi soal Zona Zero Tolerence.

“Jadi saya enggak ngerti sama sekali. Video yang diliatkan itu saya enggak tau. Kami tidak pernah diajak pertemuan seperti ini,” ucapnya.

Bahkan Lukman menyampaikan juga terkait status jalan tersebut yang dipangkas oleh pemerintah yang digunakan untuk jalan saat ini.

“Duluan kami tinggal di sana itu tanah kami diambil 9 meter dan kami berkorban. Kenapa kami berkorban buat warga banyak tapi buat parkir saja enggak boleh sekarang,” bebernya.

Warga berharap segera adanya solusi bagi masyarakat dari pihak kepolisiaan sebelum menerapkan aturan Zona Zero Tolerence.

“Tolong dipertimbangkan lagi program ini. Sebelum ada jalan tengah jangan diterapkan dulu,” harapnya.

Setelah mendengar keluhan dari masyarakat, Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Turmudi menyatakan jika seluruh keluhan masyarakat akan ditampung lebih dulu sambil dicarikan jalan tengah dan solusinya. Baik bagi program Zona Zero Tolerence juga baik bagi masyarakat sekitar, khususnya bagi RT 5 dan 6.

“Baik kami akan coba carikan win-win solutionnya dulu. Apa yang telah bapak ibu sampaikan akan kami carikan solusinya,” ucap Turmudi.

Saat dikonfirmasi Kasatlantas Polresta Balikpapan, Kompol Irawan Setyono mengatakan jika warga di RT 5 dan 6 bisa mendapatkan akses parkir gratis di dalam Mall Plaza Balikpapan. Sehingga warga bisa menaruh kendaraanya di dalam kawasan mall tersebut.

“Mereka bisa menaruh didalam Mall Plaza Balikpapan, karena kita sudah kordinasi dengan mereka,” terang Irawan.

Terkait permintaan warga yang meminta menghentikan dulu kegiatan peneguran terhadap Zona Zero Tolerence ia akan melakukan penghentian pemasangan stiker di kendaraan. Namun untuk kegiatan sosialisasinya akan tetap terus dilakukan jajarannya.

“Yang penempelan stiker kita skip dulu, tapi kita akan lanjutkan sosialisasinya menggunakan pengeras suara dan himbauan-himbauan aja,” pungkasnya.

(idris)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *