Polda Kaltim Gandeng BI Balikpapan, Perkuat Pemberantasan Narkoba Berbasis Data

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kalimantan Timur terus memperluas kolaborasi lintas sektor guna memperkuat upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran narkotika. Salah satu langkah yang ditempuh yakni menjalin sinergi dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan melalui audiensi yang berlangsung pada Rabu (29/7/2026).

Kerja sama tersebut diarahkan untuk membangun pertukaran informasi, penguatan edukasi, serta penyusunan langkah pencegahan narkoba yang lebih efektif dengan memanfaatkan data dari berbagai sektor.

Audiensi dipimpin Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, dan diterima Kepala Perwakilan BI Balikpapan Robi Ariadi bersama Deputi Kepala Perwakilan Umran Usman serta jajaran Bank Indonesia.

Dalam pertemuan itu, Romylus menjelaskan bahwa Ditresnarkoba Polda Kaltim kini menerapkan tiga strategi utama sepanjang 2026, yakni penindakan yang berpola, pencegahan yang terintegrasi, serta penguatan layanan adiksi dan rehabilitasi. Pendekatan tersebut dinilai menjadi transformasi dalam penanganan tindak pidana narkotika yang tidak lagi hanya berorientasi pada penegakan hukum.

“Setiap penindakan tidak hanya bertujuan menangkap pelaku dan menyita barang bukti, tetapi juga harus melahirkan kebijakan, upaya pencegahan, serta tindakan yang bersifat kemanusiaan,” ujar Romylus.

Menurutnya, keberhasilan strategi tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak. Hingga pertengahan 2026, Ditresnarkoba Polda Kaltim telah menjalin komunikasi dengan 17 instansi dan lembaga di Kalimantan Timur. Dinas Kesehatan telah menandatangani perjanjian kerja sama, sementara sejumlah lembaga lain, termasuk Bank Indonesia, tengah memproses penyusunan komitmen bersama.

Romylus menilai keterlibatan Bank Indonesia memiliki peran strategis karena data ekonomi dapat menjadi salah satu indikator dalam memetakan wilayah yang berpotensi menjadi lokasi peredaran narkotika. Daerah dengan aktivitas ekonomi tinggi dinilai memiliki peluang lebih besar terhadap peredaran barang terlarang tersebut.

Ia mencontohkan Balikpapan dan Samarinda sebagai dua daerah dengan perputaran ekonomi yang tinggi. Informasi tersebut nantinya akan dipadukan dengan analisis dan algoritma pemetaan untuk menentukan prioritas pengawasan aparat.

Selain data ekonomi wilayah, informasi mengenai sektor usaha unggulan juga dinilai penting dalam mendukung strategi pencegahan. Sektor pertambangan dan perkebunan kelapa sawit, yang menyerap banyak tenaga kerja dan menjadi penopang ekonomi Kalimantan Timur, disebut memiliki potensi kerawanan terhadap penyalahgunaan maupun peredaran narkotika sehingga memerlukan perhatian lebih.

Meski demikian, Romylus menegaskan bahwa pengawasan tidak hanya difokuskan pada kawasan industri. Lokasi lain seperti tempat hiburan malam, kawasan permukiman, hingga kompleks perumahan tetap menjadi bagian dari prioritas pengawasan kepolisian.

Selain pertukaran data dan informasi, kerja sama dengan Bank Indonesia juga akan diwujudkan melalui program edukasi bagi pegawai BI mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika serta penguatan budaya literasi sebagai langkah preventif.

Audiensi turut diisi dengan peninjauan fasilitas Kantor Perwakilan BI Balikpapan dan pembahasan penyusunan komitmen bersama sebagai dasar pelaksanaan kolaborasi di bidang pertukaran informasi, edukasi, literasi, dan pencegahan narkoba.

Melalui sinergi tersebut, Ditresnarkoba Polda Kaltim berharap upaya pemberantasan narkotika di Kalimantan Timur dapat dilakukan secara lebih terintegrasi, berbasis data, dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk meningkatkan efektivitas pencegahan maupun penindakan.

Penulis: Ries

Editor: Alfa

71

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *