Program Makan Bergizi Gratis di Balikpapan Masih Belum Merata
Kepal SPPI Regional Kaltim Binti Maulina Putri: Program Makan Bergizi Gratis di Balikpapan: Masih Ada Tantangan, Tapi Semangat Terus Bergerak. Foto: Ries
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Balikpapan masih belum berjalan secara merata, meski telah diluncurkan beberapa waktu lalu. Hal ini disampaikan Kepala Regional SPPI Kaltim, Binti Maulina Putri, saat ditemui awak media pada sela Focus Group Discussion (FGD) bersama Pemerintah Kota Balikpapan dan Polda Kaltim, Senin (11/11).
Menurut Binti Maulina, masih terdapat sejumlah kendala yang menghambat penyebaran program MBG di Balikpapan maupun Kaltim secara umum. “Kendala-kendala tadi sudah dipaparkan terkait SPPG yang MBG yang belum merata di Balikpapan dan Kaltim. Oleh karena itu, kami dari regional menyiapkan strategi dengan menugaskan SPPG yang sudah berkompeten untuk mendampingi calon SPPG yang masih dalam proses di portal mitra, mulai dari pengajuan, verifikasi, hingga persiapan operasional,” ujarnya.
Putri menambahkan, di Balikpapan baru terdapat 10 SPPG yang aktif dari potensi 65 SPPG, sehingga masih jauh dari target ideal. Meski begitu, pihak regional terus berupaya menambah jumlah SPPG yang beroperasi, termasuk memperhatikan wilayah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) di Kaltim yang juga mulai menunjukkan progres. “Dari 10 SPPG yang aktif di Balikpapan, semuanya telah menerima sertifikasi hygiene dan tujuh di antaranya sudah tuntas. Tiga lainnya masih dalam proses,” tambahnya.

Selain itu, Putri menegaskan, jika dalam sebulan tidak ada progres dari SPPG terkait, pihaknya akan membuat laporan khusus untuk menghentikan operasional. Namun sejauh ini, semua mitra yang berproses bersikap kooperatif.
Mengenai keamanan pangan, Putri menyebut pihak SPPI selalu menegakkan SOP. Jika ditemukan makanan basi, pihak sekolah diminta untuk menarik produk tersebut agar tidak didistribusikan. “Kejadian makanan basi memang ada, contohnya di Balikpapan satu kali. Produk langsung ditarik dan tidak didistribusikan,” jelasnya.
Putri menekankan pentingnya screening sejak awal. “Jangan menerima bahan makanan yang tidak sesuai kualitas, maupun harga yang tidak sesuai. Semua harus diperiksa dari awal agar program MBG dapat berjalan sesuai standar,” pungkasnya.
Penulis: Ries
Editor: Alfa
123
