Puluhan Remaja Diduga Hendak Tawuran Dibubarkan Bhabinkamtibmas Graha Indah

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Puluhan remaja yang berkumpul di Jalan Sangga Buana Dalam, RT 52, Kelurahan Graha Indah, Balikpapan, pada Rabu (9/9/2026) malam, dibubarkan Bhabinkamtibmas Graha Indah bersama warga. Mereka diduga berkumpul untuk melakukan aksi tawuran.

Sekitar 50 remaja diketahui berkumpul di lokasi setelah sebelumnya diduga membuat janji melalui grup WhatsApp. Informasi tersebut kemudian diterima Ketua RT 52 dan Ketua RT 60 yang langsung berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas Graha Indah, Aiptu Wempi Antariksa.

Mendapat laporan tersebut, Aiptu Wempi segera mendatangi lokasi. Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), ia telah ditunggu Ketua RT 52 dan Ketua RT 60 yang turut melakukan pemantauan terhadap aktivitas para remaja tersebut.

Kapolsek Balikpapan Utara AKP Robert Davis melalui Bhabinkamtibmas Graha Indah Aiptu Wempi Antariksa mengatakan, adanya informasi tersebut kami perangkat Kelurahan Graha Indah termasuk ketua RT52 dan 60  langsung mengambil langkah pencegahan dengan membubarkan kerumunan dan meminta seluruh remaja segera kembali ke rumah masing-masing. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya tawuran sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Graha Indah.

“Alhamdulillah, tawuran belum sempat terjadi. Kami bersama Ketua RT 52 dan Ketua RT 60 langsung membubarkan mereka dan mengimbau agar segera pulang ke rumah masing-masing,” ujar Aiptu Wempi.

Imbauan tersebut langsung direspons para remaja. Mereka membubarkan diri secara tertib dan meninggalkan lokasi untuk kembali ke rumah masing-masing.

Aiptu Wempi mengapresiasi kesigapan Ketua RT 52 dan Ketua RT 60 yang segera melaporkan keberadaan puluhan remaja tersebut. Menurutnya, sinergi antara masyarakat dan kepolisian sangat penting dalam mencegah potensi gangguan kamtibmas, khususnya yang melibatkan kalangan remaja.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua RT 52 dan Ketua RT 60 yang cepat memberikan informasi. Berkat komunikasi dan kerja sama yang baik, potensi tawuran dapat dicegah sebelum terjadi,” katanya.

Ia juga mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka, terutama pada malam hari. Penggunaan telepon seluler dan media sosial, kata dia, perlu mendapat perhatian agar tidak disalahgunakan untuk aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

“Kami berharap para orang tua lebih meningkatkan pengawasan terhadap putra-putrinya. Sebisa mungkin, pada pukul 22.00 WITA anak-anak sudah berada di rumah untuk beristirahat atau belajar,” tuturnya.

Aiptu Wempi menambahkan, pengawasan orang tua menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah anak-anak terjerumus dalam pergaulan yang berisiko. Terlebih, komunikasi melalui media sosial dapat dengan mudah digunakan untuk mengajak berkumpul dalam kegiatan negatif.

Ia berharap peran aktif keluarga, lingkungan masyarakat, dan kepolisian dapat terus diperkuat sehingga potensi tawuran maupun aksi negatif lainnya yang melibatkan remaja dapat dicegah sejak dini.

Penulis: Ries
Ediror: Alfa

33

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *