Puluhan Warga Ngeluruk Proyek Jalan Tol, Bertahun-Tahun Mengalami Banjir Tanpa Solusi

Balikpapan, Metrokaltim.com – Persoalan banjir yang kerap di hadapi warga Perumahan Panji, Balikpapan Timur membuat warga habis kesabaran. Pasalnya banjir yang kerap dirasakan ini merupakan dampak dari adanya pembangunan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda.

Dirasa tak kunjung mendapat solusi, Rabu (16/9) pagi puluhan warga pun ngeluruk masuk ke lokasi pengerjaan jalan Tol. Puluhan warga ini merupakan yang tinggal di RT 32, 34 dan 63 Kelurahan Manggar, Balikpapan Timur. Warga ini menyampaikan unek-uneknya ke pihak yang melakukan pengerjaan jalan tol.

Dengan mendatangi proyek pengerjaan jalan tol ini warga berharap akan mendapatkan jalan keluar terkait persoalan banjir yang kerap terjadi setiap hujan deras. Kondisi itu setiap tahun dirasakan oleh warga. Bahkan berulang kali disampaikan, namun hingga kini banjir masih saja terjadi saat hujan melanda.

“Kami datang ke sini, biar mereka (penanggung jawab, Red) tahu, bahwa kami selalu kebanjiran. Ini mau sampai kapan?, mau sampai kami tenggelam,” teriak seorang warga.

Warga saat ngeluruk ke lokasi peroyek pengerjaan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda.

Warga pun sepakat untuk meminta pekerja menyetop dulu pengerjaan. Sembari melakukan diskusi dengan pihak pekerja jalan tol itu. Negosiasi pun sempat berjalan memanas.

Seluruh unek-unek disampaikan oleh warga. Begitupun pihak pekerja tol berupaya memberikan penjelasan kepada warga. Perang argumen pun mewarnai penyampaian aspirasi yang berlangsung selama dua jam sejak pukul 10.00 hingga 12.00 Wita, dengan dikawal langsung oleh aparat kepolisian dari Polsek Balikpapan Timur.

Dari negosiasi yang berlangsung terdapat beberapa poin yang disepakati. Diantaranya, bagaimana memperkecil arus dari atas menuju ke Perumahan Panji, dan parit alami diperbesar hingga lancar menuju Daerah Aliran Sungai (DAS) Manggar Kecil.

“Kami dari LPM tentunya sudah melihat, memang warga ini sangat sakit-sakit (imbas banjir, Red) sekali,” ujar Ketua LPM Manggar, Gasali.

Untuk itu lanjutnya, dalam hal ini harus ada solusi, bagaimana mempercepat bangunan drainase yang ada hingga ke Jalan Mulawarman.

Proyek pengerjaan jalan Tol yang sempat di stop warga.

“Harapan kami selaku masyarakat yang ada di lingkungan jalan tol ini dampak banjir ini segera diselesaikan,” katanya.

Masyarakat melalui ketua RT membuat surat yang bakal disampaikan kepada pihak yang berkompeten atau stakeholder pengerjaan jalan tol Balikpapan-Samarinda, tepat pintu seksi V Kelurahan Manggar.

“Ini perlu duduk bersama. Agar permasalahan drainase besar yang menuju Jalan Mulawarman ini belum dilaksanakan. Segera mungkin di fasilitasi diberikan penyelesaian yang baik agar masyarakat tidak terdampak banjir yang bertahun-tahun ini,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak pekerja jalan tol bernama Dahlan, usai mendengarkan dan berbicara dengan warga, enggan memberikan komentar banyak. “Cukup sudah, itu sudah ada tandatangan pernyataan itu,” ucap Dahlan, yang enggan berkomentar panjang.

(riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *