Rahmad Mas’ud Dorong Pengerukan DAS Manggar, Solusi Tambah Kapasitas Air Baku
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Pemerintah Kota Balikpapan menyiapkan langkah strategis untuk mengatasi keterbatasan air bersih, salah satunya melalui pengerukan daerah aliran sungai (DAS) Manggar. Kebijakan ini dinilai sebagai solusi jangka menengah guna meningkatkan kapasitas tampungan air baku di kota tersebut.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud mengatakan, rencana tersebut telah mendapat persetujuan dari pihak terkait setelah sebelumnya terkendala perizinan. Pengerukan DAS Manggar diharapkan dapat segera direalisasikan sebagai bagian dari upaya penguatan ketahanan air daerah.
“Pengerukan DAS Manggar ini menjadi salah satu solusi untuk menambah kapasitas tampungan air baku. Alhamdulillah sekarang sudah diizinkan,” ucap Rahmad saat ditemui awak media, Kamis (16/4/2026).
Dia menjelaskan, penanganan awal akan difokuskan di kawasan belakang Pasar Segar, Sungai Ampal, yang direncanakan mulai dikerjakan tahun ini. Adapun pelaksanaan proyek secara menyeluruh ditargetkan berjalan mulai 2026.
Menurut Rahmad, pengerukan dinilai lebih efisien dibandingkan pembebasan lahan baru yang membutuhkan biaya besar. Dengan rencana pengerukan area sekitar 20 hektare dan kedalaman mencapai dua meter, kapasitas tampungan air diproyeksikan meningkat signifikan.
“Kalau kami keruk, tidak perlu pengadaan lahan. Ini bisa menjadi satu kesatuan yang memudahkan pengelolaan sumber air,” jelasnya.
Selain meningkatkan daya tampung, pengerukan juga diharapkan mampu mengatasi pendangkalan sungai yang selama ini menjadi salah satu penyebab berkurangnya pasokan air. Pemerintah memperkirakan langkah ini dapat menambah debit air hingga 100–200 meter kubik per detik.
“Di sisi lain, pemerintah kota juga menyiapkan langkah jangka pendek untuk mengantisipasi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi pada pertengahan tahun,” paparnya.
Wali kota mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan penimbunan air secara berlebihan. Ia menekankan pentingnya penggunaan air secara bijak agar distribusi tetap merata.
“Kalau panik, justru bisa memicu penimbunan air yang tidak merata. Kami minta masyarakat tetap tenang dan menggunakan air sehemat mungkin,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, warga juga disarankan menyiapkan cadangan air secara mandiri, seperti tandon atau drum penampungan.
Rahmad optimistis, kombinasi pengerukan DAS Manggar dan penguatan sistem tampungan air akan meningkatkan ketahanan air Balikpapan di tengah tantangan perubahan iklim yang kian nyata. (Adv Diskominfo Balikpapan)
Penulis: Ar
Editor: Alfa
81
