Sambangi Rutan, Karutan Bahas Pelatihan WBP dan Over Kapasitas Sel ke Bupati

Tana Paser, Metrokaltim.com – Safari kunjungan kerja (kunker) terus dilakukan Bupati Paser, dr Fahmi Fadli. Setelah sebelumnya anjangsana ke Forkopimda. Kini, ke instansi vertikal lainnya.

Seperti yang dilakukan Jumat (23/4) melakukan kunjungan kerja atau silaturahmi di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Tanah Grogot. Fahmi diterima langsung oleh Kepala Rutan (Karutan) Doni Handriansyah didampingi pejabat struktural.

Berbagai macam topik pembahasan mewarnai pembicaraan yang dilakukan di ruang karutan. Diantaranya pembinaan warga binaan permasyarakatan (WBP), kapasitas rutan, penambahan ruang pelayanan terpadu, serta kebijakan-kebijakan baru dibuat selama pandemi COVID-19.

“Kami di sini ada budidaya ikan, pelatihan mebeler, membuat camilan atau makanan ringan olahan tangan warga binaan, dan pembinaan disektor pertanian,” jelas Doni.

Menurutnya pelatihan bagi WBP wajib diberikan. Karena dengan diberikan keahlian, begitu bebas dari rutan atau menghirup udara bebas, dapat memanfaatkan keahliannya di lingkungan masyarakat.

“Jadi mereka (WBP) bukan hanya sekadar makan dan tidur. Namun kami juga bidan, bahkan memberikan pemasukan untuk negara,” Sambungnya.

Lanjut mantan Karutan Klas IIB Bantul dan mantan Ketua Tim Pembangunan Zona Integritas Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Salemba itu, dikatakannya WBP pun mendapatkan premi dari hasil penjualan pertanian. Sebagian hasil itu juga akan disetorkan kepada negara, yakni pendapatan negara bukan pajak (PNBP).

Sementara untuk kapasitas ruang tahanan, dikatakan Doni jika telah over kapasitas. Dimana kapasitasnya hanya untuk 160 WBP. Namun sekarang ini menembus angka 714 jiwa. Dan satu-satunya rutan di Kaltim yang masih 1 lantai.

“Ini perlu renovasi. Kami juga upayakan dukungan ke (Pemerintah) pusat dan berharap juga dukungan dari pemkab,” bebernya.

Terkait dengan harapan atau permintaan dari karutan. Bupati Paser, dr Fahmi Fadli bakal menindaklanjuti apa yang diusulkan. Dijelaskannya, pada dasarnya pemerintah daerah selalu mensupport. Karena warga binaan juga merupakan warga kabupaten Paser dan sudah sepatutnya mendapatkan perhatian sama.

“Rutan juga butuh penambahan klinik. Yang ada saat ini hanya satu. Jadi nantinya ada Klinik pasien laki-laki dan perempuan. Ya terkait pelatihan akan dikomunikasikan dengan Dinas Kelautan dan Perikanan dan Disperindagkop,” tandas Fahmi.

Usai berdiskusi, dr Fahmi berkeliling melihat areal rutan. Mulai ruang tahanan, ruang pelayanan terpadu dan kawasan budidaya ikan maupun pertanian.

(sya/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *