Satpol PP Dibuat Pusing, Data dan Ukuran Lapak PKL Pandansari Tidak Sesuai

Balikpapan, Metrokaltim.com – Proses Penanganan Permasalahan Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasar Pandan Sari sampai dengan saat ini tak kunjung selesai.

Kepala Satpol PP Zulkifli mengatakan, konsep yang dibuat sering kali tidak sesuai harapan dengan di lapangan, seperti halnya waktu penertiban yang terjadi beberapa hari sebelumnya.

“Contoh pada waktu itu saya mau masukkan data hanya 310 dan namun seketika berubah menjadi 700-an, kita cobalah masuk ternyata memang banyak dadakan,” ucap Zulkifli, Rabu (1/9).

Lanjutnya, permasalahan itu dikarenakan pendataan yang diterima para PKL lagi-lagi tidak singkron dengan yang terjadi di lapangan.

“Saya dapat bocoran juga informasi banyak pedagang nggak datang disitu, tetapi dimintain datanya disuruh masuk, dimintain disuruh daftar,” ujar Zulkifli.

Ada beberapa hal yang menjadi kesulitan dalam menertibkan PKL, diantaranya masalah data yang lebih dan ukuran lapak yang kebesaran. Ukurannya diluar bisa leluasa bikin 2-3 meter, sementara di dalam ukurannya 2 meter, sehingga jika 4 meter berarti 1 orang mengambil tempat dua.

Untuk mengatasinya, ada tiga hal yang ditargetkan. Pertama mengosongkan diluar dan memasukkan PKL ke dalam, kedua mengosongkan hanya daerah jalan utama dan terakhir mereka bisa memakai hanya dipinggir jalan.

“Saya selalu bilang ada tiga target. Pertama clear semua diluar masuk, kedua clear hanya jalan utama, selebihnya silahkan dipakai. Karena masyarakat nuntut minimal jalan utama, lebih moderat lagi sesuai hasil rapat dengar pendapat di dewan, ketika tidak bisa disana ditertibkan, minimal disingkirkan, dibukalah jalan itu, jadi mereka makai yang pinggir aja,” jelasnya.

Target ini akan dilakukan secara bertahap, melihat kondisi dan jauh mana proses yang telah dilakukan oleh pihaknya. Sambil menuju target, ia telah menugaskan pihaknya untuk berjaga agar bisa tetap tertib.

Menurutnya saat ini apa yang bisa dilakukan minimal yang ketiga tadi, misalnya payung mulai ke arah jalan ditutup, sambil mencari pola sambil menunggu prosesnya.

“Proses ini tidak bisa bim salabim, minimal tiga konsep inilah yang kita, sempurnakan, tadi yang saya bilang diluar itu habis masuk kedalam, nomor duanya kalau itu nggak bisa minimal lah jalan utama itu clear-kan. kalau nggak bisa minimal mereka tetap dijalan leluasa bisa digunakan,” ungkapnya.

(Mys/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *