Sayangkan Anggapan Jika Warga Binaan Hanya Makan dan Tidur, Doni: Mereka Dilatih, Serta Memberikan Pemasukan Bagi Negara

Tana Paser, Metrokaltim.com – Doni Handriansyah mengemban amanah baru, yakni sebagai tampuk kepemimpinan Kepala Rumah Tahanan (Karutan) Klas IIB Tanah Grogot, Kalimantan Timur.

Pastinya, Doni telah mempunyai beberapa program yang akan dijalankan. Diantaranya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), membangun ruang pelayanan terpadu, membuat aplikasi keterbukaan informasi publik, peningkatan kualitas warga binaan, serta menargetkan wilayah bebas dari korupsi (WBK).

“Mudah-mudahan dilancarkan membuat pelayanan terpadu (areal rutan),” ucap mantan Karutan Klas IIB Bantul ini.

Kemandirian warga binaan ditegaskannya tidak kalah penting. Sehingga saat bebas dan kembali di masyarakat, dapat berguna dengan keahlian yang dimiliki.

Salah satu kegiatan warga binaan selain berkebun juga memproduksi furniture.

Beberapa pelatihan atau pembinaan yang diberikan kepada warga binaan, diantaranya tata boga. Seperti membuat amplang, kue, roti. Dan adapula jenis perkayuan atau mebel, pertanian serta perikanan.

“Ini amplangnya bahkan sudah dikenal. Seperti saat sowan ke Dandim (0904/TNG) dan kapolres, mereka menanyakan amplang, serta ada untuk-untuk (kue, Red). Kalau perkayuan, pemesanannya terbatas internal saja. Serta ada perikanan dan pertanian,” sambungnya.

Dijelaskan Doni, jika warga binaan, bukan hanya mendapatkan ilmu, namun juga menerima upah. Jadi bukan sekadar tidur dan makan di Rutan. Hal itu harus diketahui oleh masyarakat luas.

“Bahwa warga binaan itu tidak hanya tidur. Tetapi mereka bisa memberikan sesuatu kepada negara. Yaitu PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak),” sebut dia.

Karutan Klas IIB Tanah Grogot, Doni Handriansyah

Dikatakannya, Rutan Klas IIB Tanah Grogot pada 2020 lalu, ditargetkan Rp 18 juta, dan itu mencapai target. Sementara untuk 2021 ini, ia belum mengetahui besarnya target PNBP yang ditargetkan. Namun biasanya mengalami kenaikan setiap tahunnya.

“Bahwa warga binaan bisa berbuat sesuatu, untuk memberikan negara berupa PNBP. Ini yang masyarakat masih kurang paham, bahwa mereka (warga binaan) tak hanya tidur dan dikasih makan, tapi mereka juga menghasilkan ke negara,” tuturnya.

Bakal adanya ruang pelayanan terpadu nantinya, mempermudah pelayanan kepada pembesuk. Dimana terdapat petugas yang bakal standby di ruang tersebut. Sementara untuk aplikasi keterbukaan informasi publik, pihaknya tengah menyiapkan aplikasi digital yang selalui diperbaharui informasi terbatu.

“Memang untuk 2021 kami buatnya lokal pos. Informasi mulai dari usulan remisi, bebas hari ini, di tempatkan luar rutan (ruang pelayanan terpadu). Sehingga keluarga yang selama ini hanya sampai di depan, bisa melihat perkembangannya, terus foto-foto kegiatan ditampilkan,” terangnya.

Pihaknya pun menargetkan predikat WBK menjadi aset dan modal baginya untuk mendapatkan predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) tahun 2021. Apalagi dia berpengalaman menjadi Ketua Tim Pembangunan Zona Integritas di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Salemba pada 2018.

“Tidak hanya sekadar mendapatkan predikat WBK. Tapi merupakan kewajiban sebagai ASN untuk mengedepankan integritas,” pungkasnya.

(sya/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *