Seragam Gratis Tetap Jalan, Pemkot Balikpapan Dahulukan Pendidikan di Tengah Efisiensi
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Di tengah menurunnya alokasi dana transfer dari pemerintah pusat, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan tetap menjalankan program pembagian seragam sekolah gratis bagi peserta didik baru.
Sebanyak 150 ribu pasang seragam mulai didistribusikan sebagai bentuk komitmen pemerintah menjaga akses pendidikan, sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat.
Distribusi perdana dilakukan secara simbolis di SDN 009 Balikpapan Utara, Kamis (16/7/2026). Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud menyerahkan langsung seragam kepada sejumlah siswa yang menjadi penerima program.
Rahmad mengatakan, sektor pendidikan tetap menjadi prioritas meskipun kemampuan keuangan daerah sedang menghadapi tantangan. Menurutnya, pemerintah memilih mempertahankan program yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Pemkot Balikpapan tetap konsisten memberikan seragam sekolah kepada anak-anak kita, mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP,” jelas Rahmad.
Ia mengungkapkan, tahun ini pemerintah belum dapat memenuhi seluruh jenis seragam yang dibutuhkan peserta didik. Dari beberapa jenis seragam yang direncanakan, masih ada dua yang belum dapat direalisasikan karena harus menyesuaikan kondisi keuangan daerah.
“Alhamdulillah, mudah-mudahan ke depan bisa kami berikan secara lengkap. Masih ada dua jenis seragam yang belum bisa dipenuhi. Kami lihat dulu kemampuan keuangan daerah,” katanya.
Menurutnya, keterbatasan tersebut tidak terlepas dari berkurangnya dana transfer pemerintah pusat yang diterima daerah. Kondisi itu memaksa pemerintah melakukan penyesuaian terhadap sejumlah program tanpa mengabaikan kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami lihat kemampuan keuangan daerah. Saat ini dana transfer ke daerah juga mengalami pembatasan, bahkan ada yang ditiadakan. Kami berharap melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), ke depan seluruh kebutuhan seragam anak-anak dapat dipenuhi,” imbuhnya.
Meski demikian, ia memastikan pendidikan bersama sektor kesehatan tetap menjadi prioritas utama dalam penyusunan anggaran daerah. Kedua sektor tersebut dinilai memiliki dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.
Rahmad menambahkan, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fasilitas, tetapi juga kualitas tenaga pendidik. Karena itu, Pemkot Balikpapan terus mendorong peningkatan kompetensi guru, baik di sekolah negeri maupun swasta.
“Yang lebih penting adalah komitmen kami memberikan pendidikan yang layak kepada anak-anak. Selain itu, peningkatan SDM guru juga harus terus dilakukan agar mereka dapat memberikan pembelajaran terbaik,” paparnya.
Kepala daerah itu berharap, apabila kondisi fiskal daerah semakin membaik, pemerintah dapat melengkapi seluruh jenis seragam yang selama ini menjadi kebutuhan peserta didik baru.
Pemkot Balikpapan menargetkan distribusi seragam selesai paling lambat Sabtu (18/7/2026), sehingga seluruh siswa baru sudah menerima seragam sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung normal.
Secara keseluruhan, pemerintah menyiapkan sekitar 150 ribu pasang seragam untuk peserta didik baru jenjang PAUD, TK, SD, SMP, sekolah swasta, madrasah, hingga Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).
“Program tersebut didukung anggaran sekitar Rp30 miliar dan diberikan kepada seluruh siswa baru tanpa membedakan status sekolah negeri maupun swasta,” tuturnya.
Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen Pemkot Balikpapan dalam menjaga pemerataan layanan pendidikan, sekaligus membantu mengurangi pengeluaran orang tua pada awal tahun ajaran baru meski ruang fiskal daerah sedang mengalami tekanan.
Penulis: Rie
Editor: Alfa
31
