Tekan Angka Kasus Covid-19, Abdulloh Sebut Balikpapan Harus Melaksanakan PPKM Darurat

Balikpapan, Metrokaltim.com – Pemerintah kota Balikpapan terus berupaya melakukan pengendalian kasus penyebaran covid-19 di Balikpapan, salah satunya dengan melakukan perketatan pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh mengatakan, pihaknya telah mengikuti anjuran dari pemerintah pusat, karena selain Jawa-Bali, Kalimantan Timur (Kaltim) juga harus mengikuti pemberlakuan tersebut. Bahkan menurutnya, Balikpapan harus melaksanakan PPKM darurat, apalagi kasus covid sudah menular kepada anak-anak.

“Itu bisa dilakukan, dengan ketertiban dari masyarakat dan penekanan dari pemerintah itu sendiri. Penekanannya dengan mengikuti aturan (pemerintah) pusat,” ucap Abdulloh saat ditemui awak media, Senin (5/7).

Dirinya menyampaikan, untuk Balikpapan harusnya mengikuti PPKM darurat seperti daerah Jawa dan Bali. Sesuai dengan edaran surat satgas nasional nomor 14 tahun 2021, bahwa terhitung mulai tanggal 3 Juli 2021 sudah diberlakukan persyaratan PPKM mikro darurat untuk Jawa-Bali.

“Kalimantan pun khususnya Balikpapan harus lakukan itu. Toh hanya 20 hari saja,” ujarnya.

Sebagai bentuk upaya mencegah penyebaran covid-19, pemerintah kota telah melakukan berbagai upaya untuk penguatan PPKM Mikro yang berlaku mulai 3-20 Juli 2021 diantaranya pembatasan aktivitas masyarakat hingga pukul 20.00 Wita di pusat perbelanjaan, hiburan termasuk cafe.

Ditambah dengan pengetatan di pintu masuk Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Balikpapan. Yang mana warga ber-KTP luar Balikpapan, yang ingin ke Balikpapan wajib melampirkan hasil tes PCR negatif sebagai pengetatan.

“Untuk itu masyarakat Balikpapan agar tetap menjalankan Prokes sesuai dengan anjuran pemerintah,” akunya.

(Mys/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *