Tingkat Kematian Kasus Covid-19 Masih Menjadi Perhatian Pemerintah

Balikpapan, Metrokaltim.com – Terkait informasi yang diterima dari masyarakat, perihal pola penghapusan data pasien covid-19 di Balikpapan menjadi pertanyaan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan dr Andi Sri Juliarty memaparkan, untuk data orang tanpa gejala (OTG), isolasi mandiri atau gejala ringan itu lebih pasti selesainya hingga 10 hari. Berbeda dengan pasien rawat inap di rumah sakit, yang tidak bisa dipastikan dirawat berapa hari.

“Jadi memang data keluar dari rumah sakit itu, kami harus cek per orang dan ini biasanya sedikit terlambat,” jelas dr Dio panggilan akrabnya.

Dikatakannya, bahwa pemerintah setiap hari melakukan rilis untuk mengetahui berapa jumlah pasien yang keluar dari rumah sakit Restu Ibu atau Kanujoso.

Nah untuk data yang belum terhapus, kemungkinan mereka baru keluar kemarin, namun baru masuk hari ini. Tetapi tidak terlalu jauh, bahkan ia juga sudah rapatkan dengan camat dan lurah perihal data pasien covid-19 di lingkungannya.

“Bahkan di Balikpapan ada 2 pasien covid yang sudah dua kali dirawat karena terpapar covid-19, dan itupun hanya berselang beberapa bulan,” imbuh Kepala DKK.

Namun yang menjadi perhatian pemerintah masih di tingkat kematian, karena ada 81 dalam 15 hari itu tinggi sekali. Hal ini disebabkan karena banyak usia lanjut yang punya komorbit.

“Walaupun berusaha di tanganin covidnya, tetapi komorbitnya juga berpengaruh. Ditambah ruang ICU yang sulit bertambah, meski ruang isolasi bisa bertambah,” paparnya.

Alasan sulit menambah ruang ICU, karena ruangan dan instalasinya yang spesifik sekali, ditambah tenaganya yang sudah terlatih. Dibanding dengan konversi kamar biasa menjadi ruang isolasi.

(Mys/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *