UMKM Penyumbang Terbesar Secara Data dan Fakta, Yakni Sekira 61 Persen

Balikpapan, Metrokaltim.com – Ketua Kadin Balikpapan Yaser Arafat Syahril menanggapi terkait pemberlakuan PPKM jilid I, II dan jilid III (PPKM Mikro) di kota Balikpapan.

Yaser melihat saat ini ekonomi Indonesia mengalami resesi, dan itu terkapbak dari pertumbuhan nasional Indonesia yang mengalami resesi yang sudah minus 3 kuadtar berturut-turut, dari 2,75, 5,9 sekarang menjadi 3,5.

“Dan itu menandakan artinya ada yang something rong terhadap ekonomi Indonesia pada umumnya dikarenakan pandemi covid-19,” ucap Yaser Arafat.

Dirinya memahami bahwa kualitas utama masyarakat adalah sektor kesehatan, tetapi ditengah pandemi covid-19 seperti ini masalah ekonomi sangat penting, karena menyangkut hidup dan hajat orang banyak.

Apalagi UMKM menyumbang PDB nasional terbesar secara data dan fakta yakni sekitar 61 persen, untuk menggerakkan ekonomi Indonesia.

“Iya sangat bersyukur dengan PPKM ketiga, semua bisa beraktivitas dan tetap mereka semua berjualan, hanya saja yang kami tidak senang dari para pelaku usaha dari awal itu bicara PSBB, Lockdown, PPKM maupun Kaltim siup,” jelasnya.

Dari semua pemberlakuan kebijakan ini, ia berbicara sangat mengkhawatirkan dan menakutkan bagi para pelaku usaha, karena ini menyangkut pendapatan mereka sebagai masyarakat kecil yang dirugikan seperti UMKM.

Maka itu ia meminta pada pemerintah sebelum memberlakukan kebijakan, bisa diukur dengan baik serta konsisten. Jangan sampai hari ini dan besok kebijakan itu berubah, tentu itu akan merugikan semua para pihak termasuk pelaku usaha. Sementara solusi dan saran dari ketua kadin, ia berharap para UMKM tetap bisa beraktivitas seperti ini dengan menerapkan 5 M.

“Maka taruhlah aparat seperti pemerintah, TNI-Polri serta Satpol PP di fasilitas umum untuk memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar dalam menerapkan protokol kesehatan, sehingga hal ini dapat menekan angka terkonfirmasi positif,” paparnya.

Dijelaskannya saat ini ekonomi Indonesia masih resensi, untuk bisa keluar dari resesi yakni daya beli masyarakat harus terjaga, agar ekonomi tetap bertahan. Alhamdulillah ekonomi Balikpapan masih positif di bandingkan daerah lain, dan sekarang ekonomi mencapai 1,8-2,3 persen.

Adapun solusi untuk UMKM, antaranya memiliki pikiran yang positif dan optimis, perlunya adaptasi ditengah pandemi covid-19, berinovatif dengan menggunakan teknologi, banyak-banyak bersilaturahmi dan selalu berdoa dan berikhtiar.

(Mys/riyan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *