UMKM TPA Manggar Gunakan Gas Methane Sebagai Bahan Bakar
BALIKPAPAN, Metrokaltim.com – Untuk meningkatkan ekonomi masyarakat Balikpapan, SKK Migas Balikpapan melakukan pembinaan kepada pelaku UMKM, salah satunya UMKM Berkah Gas Methane (Ga-Me) TPA Manggar, Balikpapan Timur (Baltim).
Dikonfirmasi mengenai pemanfaatan gas methane, Ketua UMKM Berkah Gas Methane Manggar, Norma Septiawati mengatakan, untuk pembinaan UMKM Gas Methane ini sama seperti dengan pelaku usaha lainnya, namun yang membedakan hanya dari segi bahan bakarnya, yang mana UMKM tersebut menggunakan bahan bakar dari gas methane.
“Jadi bahan bakar itu kami dapat dari sampah di TPA Manggar yang diolah menjadi gas, dan gas itu yang dialirkan ke rumah warga,” ucap Norma kepada awak media, Rabu (5/7/2023).
Menurutnya pemanfaatan gas methane ini sangat membantu para UMKM, sehingga pelaku usaha tidak kesulitan mendapat bahan bakar untuk memproduksi jualannya. Maka itu terbentuklah UMKM Berkah Gas Methane.
Sementara biaya yang dikeluarkan pelaku usaha untuk menggunakan gas methane ini cukup murah hanya sebesar Rp 10 ribu perbulan.
“Dan yang mendapat aliran gas ini baru bisa mencakup 4 RT di sekitar TPA Manggar, yang totalnya kurang 300 kepala keluarga (KK) yang menerima pemanfaatan gas methane,” jelasnya.
Adapun olahan yang dihasilkan oleh UMKM Gas Methane ini berupa, kripik pisang, singkong, usus, cimi-cimi, mantau, kacang-kacangan, jamu dan lainnya. Bahkan pasarannya tidak hanya dijual di Balikpapan, melainkan sudah ke luar daerah seperti Jakarta.
Sedangkan untuk harga produk UMKM yang dijual pun cukup murah, sekitar Rp 10 ribu untuk jamu, kalau olahan lainnya sekitar Rp 15 – 35 ribu.
Namun diakui, karena gas methane ini berasal dari alam, sehingga apinya tidak sepenuhnya stabil, terlebih saat cuaca hujan deras.
“Sehingga untuk antisipasi, kami tetap menyediakan gas elpiji sebagai alternatif,” ujarnya. (mys/ries)
379
