Upaya Memutus Mata Rantai Covid-19 di Samarinda, Andi Harun Resmikan Kampung Tangguh

Samarinda, Metrokaltim.com – Upaya pemerintah kota (Pemkot) Samarinda memutus mata rantai penyebaran covid-19 dengan membentuk kampung. Salah satu kampung tangguh yang baru diresmikan yakni Kampung Tangguh Covid-19 di RT 82 Kelurahan Loa Bakung Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun langsung meresmikan kampung tangguh itu pada Selasa (16/3). Selain meresmikan kampung tangguh dia juga meninjau langsung program ketahanan pangan, diantaranya perkebunan buah dan sayur serta peternakan lele hasil swadaya warga sekitar.

Selain itu kampung tangguh ini juga berfungsi sebagai pengawas kegiatan masyarakat di lingkungan RT, sehingga dengan adanya kampung tangguh ini masyarakat terlibat langsung untuk aktif dalam memutus penyebaran wabah Covid-19.

“Kami Pemkot Samarinda terus berupaya memutus mata rantai Covid-19, salah satunya dengan melibatkan masyarakat, dan kampung tangguh ini adalah salah satu upaya kita untuk memutus penyebaran Covid-19,” terang orang nomor satu di Samarinda ini, usai meresmikan kampung tangguh.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun saat memberikan bantuan ke Kampung Tangguh Covid-19

Andi Harun menambahkan, ini merupakan bentuk kesungguhan masyarakat dalam membantu pemerintah untuk menanggulangi penyebaran Covid-19. Ia pun mengapresiasi kolaborasi Pemerintah, masyarakat, TNI dan Polri yang sigap memerangi Covid-19.

“Adanya kolaborasi pemerintah, masyarakat, TNI dan Polri yang begitu sigap menerjemahkan PPKM Mikro di lapangan membuat saya sangat bersyukur. Kampung tangguh Covid-19 ini adalah peningkatan kapasitas masyarakat yang tadi biasanya kurang patuh terhadap prokes, kini kita biasakan patuh dengan program 3 M,” sambungnya.

Sementara itu, di tempat yang sama Ketua RT 82 Hafid menjelaskan kampung tangguh ini memiliki konsep ketahanan pangan dan kesehatan dengan harapan warga sadar terhadap lingkungan dan kesehatan.

“Kami punya puskesmas yang beroperasi 24 jam, dan kami juga memiliki perkebunan dan peternakan lele untuk mendukung ketahanan pangan,” pungkasnya.

(adv/mk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *