Volume Sampah di Balikpapan Naik Signifikan Jelang Lebaran, DLH Siagakan Armada

BALIKPAPAN, Metrokaltim.com — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan mencatat adanya kenaikan volume sampah yang cukup signifikan selama bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri. Peningkatan paling mencolok terjadi dalam tiga hari terakhir sebelum Lebaran.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala DLH Balikpapan, Adwar Skenda Putra, mengungkapkan bahwa selama bulan Ramadan, volume sampah harian mengalami peningkatan dibanding hari biasa.

“Selama puasa memang terjadi kenaikan sampah. Rata-rata kenaikannya hampir mencapai 448 ton per hari selama bulan suci Ramadan,” ujarnya.

Kenaikan lebih tajam terjadi pada tanggal 18, 19, dan 20 Ramadan. Pada periode tersebut, volume sampah meningkat signifikan seiring tingginya aktivitas masyarakat menjelang Lebaran.

Adwar menjelaskan, pada hari normal, pengangkutan sampah biasanya menggunakan sekitar 182 armada. Namun, pada 18 Ramadan jumlah tersebut melonjak menjadi 261 armada dengan volume sampah mencapai sekitar 580,75 ton.

“Kemudian tanggal 19 terjadi kenaikan cukup drastis, mencapai 724,39 ton atau naik sekitar 200 ton. Sementara tanggal 20 kembali meningkat sekitar 20 ton menjadi kurang lebih 745 ton,” jelasnya.

Menurutnya, lonjakan ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas konsumsi masyarakat, terutama dalam persiapan menyambut Hari Raya Idulfitri.

“Memang tiga hari menjelang Lebaran itu kenaikannya cukup tinggi,” tambah Adwar.

Mengantisipasi kondisi tersebut, DLH Balikpapan telah menyiapkan langkah-langkah strategis, termasuk menambah tim piket serta mengoptimalkan armada pengangkut sampah di sejumlah kawasan.

“Kami sudah melakukan antisipasi dengan menyiapkan tim piket dan armada yang fokus pada kawasan-kawasan padat aktivitas,” katanya.

Terkait kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar, Adwar memastikan bahwa fasilitas tersebut masih mampu menampung peningkatan volume sampah, meskipun terdapat batasan dalam sistem pengelolaannya.

“Secara sistem pengolahan, TPA kita masih bisa menampung. Namun memang ada batasan dalam manajemen pengolahan sampah,” jelasnya.

DLH Balikpapan juga terus mendorong pengelolaan sampah berbasis pemilahan, terutama antara sampah organik dan anorganik, guna mengurangi beban di TPA.

“Tidak semua sampah langsung dibuang. Kita sudah mulai melakukan pemilahan, termasuk organik dan anorganik,” pungkasnya.(Adv Diskominfo Balikpapan).

Penulis: Ries
Editor: Alfa

172

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.